RADAR JOGJA – Satgas Penangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Sleman melaporkan 106 santri telah megatof Covid-19. Terdiri dari 85 santri dari Kecamatan Ngaglik dan 21 santri ponpes Kecamatan Prambanan. Lonjakan ini terjadi pasca menjalani rawat inap isolasi selama 14 hari sesuai ketentuan Kemenkes.

“Untuk (ponpes) di Ngaglik yang positif ada 135 santri dan dilaporkan 85 santri sudah sembuh. Kalau yang di Prambanan sudah sembuh semua atau 21 kasus,” jelas Koordinator Data Covid-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Wirdasari Hasibuan, Senin (19/10).

Pihaknya meminta protokol kesehatan tetap berjalan ketat dan disiplin. Sebab sebaran kasus Covid-19 masih terjadi di lingkungan ponpes.

Kemunculan kasus baru justru terjadi di Kecamatan Moyudan. Diketahui bahwa ada temuan tujuh kasus Covid-19 di salah satu ponpes di kawasan tersebut. Seluruhnya tercatat sebagai santri ponpes.

Pihaknya segera melakukan tracing kasus. Sasaran utama adalah ring 1 dari kasus awal. Khususnya para santri di ponpes tersebut. Adapula tracing yang menyasar keluarga santri.

“Tracing sudah dilakukan kepada 300 orang. Dengan rapid tes dulu kepada santri atau keluarga yang sempat terjadi kontak erat,” katanya. (dwi/tif)

Sleman