RADAR JOGJA – Pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati Sleman nomor urut 1 Danang Wicaksana Sulistya-R. Agus Choliq (DWS-ACH) berkomitmen menjadi garda terdepan menjaga toleransi antarumat beragama. Dengan melibatkan para pemangku kebijakan untuk bersama-sama merawat kemajemukan. “Tidak hanya umat Katolik, kami berdua juga akan menjamin kebebasan beribadah dan menjalankan keyakinan bagi seluruh umat beragama. Termasuk hak-hak administratifnya,” kata DWS di hadapan perwakilan umat Katolik di kantor Kevikepan DIJ, Jalan Panembahan Senopati 22, Kota Jogja, Kamis (15/10/2020).

Turut hadir pada pertemuan tersebut Kepala Kevikepan DIJ Bagian Timur Romo Adrianus Maradiyo, Pr. Hadir pula Kepala Kevikepan DIJ Bagian Barat Romo AR Yudono Suwondo, Pr. Serta para pengurus Forum Masyarakat Katolik Di Indonesia (FMKI) DIJ.

Lebih lanjut, DWS mengatakan, jaminan kebebasan juga berlaku bagi para penganut aliran kepercayaan. Terlebih hal itu telah diamanatkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, yang penerapannya telah dikuatkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2019. Diperkuat lagi dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2017. Bahwa penghayat kepercayaan harus masuk dalam catatan administrasi kependudukan (e-KTP).

DWS menegaskan, jaminan kebebasan beragama dan beribadah di Sleman harus tercipta. Demi kerukunan antarumat. Tanpa ada unsur diskriminasi.

Bagi DWS, kerukunan, keberagaman, dan kemajemukan harus terus dipupuk. Karena tanpa itu, daerah tidak akan kondusif dan pembangunan tidak akan berjalan dengan baik.

Ketua FMKI Sleman Bernardus Suliantoro meminta kepada pasangan DWS-ACH untuk konsisten menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Sleman jika kelak terpilih sebagai bupati dan wakil bupati pada kontestasi Pilkada 2020. “Saya berharap jika Anda berdua terpilih nanti, tolong saya minta agar suasana toleran dan damai di Sleman dijaga betul. Jangan sampai oknum- oknum intoleran yang sebenarnya bukan warga Sleman dibiarkan masuk dan merusak kedamain di Sleman,” katanya.

Bernardus juga berharap turut dilibatkan dalam pembahasan kebijakan pemerintah daerah yang menyangkut umat kristiani. “Umat diajak ngomong gitu,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Romo AR Yudono Suwondo, Pr berharap pasangan DWS-ACH fokus melakukan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Khususnya bagiĀ  kalangan masyarakat kecil yang terdampak langsung.

“Kasihan mereka. Saya minta dengan sangat, kalau njenengan berdua nanti mendapat amanah memimpin Sleman, saudara- saudara kita masyarakat kecil menjadi prioritas pertama,” kata rohaniawan yang akrab disapa Romo Wondo.

Romo Wondo juga menyatakan ketertarikannya atas visi misi pasangan DWS-ACH menjadikan wilayah utara Sleman sebagai kawasan penyangga air DIJ. “Saya sangat setuju bila kawasan penyangga air DIJ harus dijaga dan dilindungi. Bagaimanapun juga persoalan air bukan hanya untuk kebutuhan hari ini, tapi juga menyangkut kehidupan anak cucu kita kelak,” tuturnya.(*/ist)

Sleman