RADAR JOGJA – Kepala Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO) Jateng DIJ Dwi Purwantoro menargetkan perbaikan cross drain Selokan Mataram di Dusun Mayangan, Trihanggo, Gamping rampung dalam 10 hari. Estimasi waktu ini lebih lama dari perkiraan awal. Awalnya perbaikan saluran cross drain ditargetkan rampung dalam 3 hari.

Langkah awal perbaikan diawali dengan penutupan pintu air Karangtalun di Kabupaten Magelang. Pasca penutupan diketahui kerusakan lebih parah. Alhasil perbaikan saluran cross drain dijanjikan rampung 10 hari ke depan.

“Setelah pengeringan ternyata (kerusakan) lebih besar dari yang kami duga. Rencana menutup dengan geobag ternyata itu tidak bisa. Bawahnya ada cross drain, ada drain yang melintang di bawahnya itu,” jelasnya ditemui di lokasi perbaikan cross drain Selokan Mataram, Jumat (16/10).

Upaya perbaikan berlangsung lebih kompleks. Berupa penggantian saluran cross drain dengan box culvert berukuran 1 x 1 meter. Lebarnya menyesuaikan panjang cross drain yang melintang di sisi bawah Selokan Mataram.

Perbaikan ini diperkirakan rampung 7 hingga 10 hari ke depan. Pertimbangannya adalah masa efektif keringnya beton. Selain itu ada pula penambahan zat adiktif agar saluran beton menjadi lebih keras.

“Sempat ada permintaan agar sementara air (Selokan Mataram) tetap mengalir. Ini tidak bisa karena alirannya itu 5 meter perkubik, tidak mungkin disalurkan lewat pipa. Malah nanti menyulitkan pengerjaannya, jadi tetap tutup total,” katanya.

Pertimbangan menutup total Selokan Mataram telah final. Menurutnya jika parsial, maka perbaikan cross drain tak maksimal. Dengan begitu berpotensi menimbulkan kerusakan yang sama ke depannya.

Pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada petani. Baik petani persawahan maupun pembudidaya ikan. Khususnya yang memanfaatkan pengairan dari Selokan Mataram.

“Sebenarnya selokan Mataram itu utamanya pertanian, perikanan itu sekunder. Tapi tetap kami sosialisasikan kalau penutupan 10 hari. Kalau tidak diperbaiki total kasihan yang sebelah timur, bisa terjadi gerusan dan kerusakan lebih parah,” ujarnya.

Berdasarkan data BBWSO, aliran Selokan Mataram membentang dari Karangtalun Magelang hingga Sungai Opak Sleman. Tercatat aliran ini menjadi sumber pengairan bagi 5.154 hektare persawahan.

Anggota Komisi V DPR RI Gandung Pardiman meminta perbaikan cross drain dipercepat. Pertimbangan utama adalah pentingnya pengairan bagi para pembudidaya ikan. Selain itu juga meminimalkan kerugian yang lebih besar.

“Ada aspirasi dari peternak ikan, kalau ditutup total lebih dari tiga hari, kerugiannya bisa sampai miliaran. Apakah bisa kalau hanya ditutup sebagian, agar tetap bisa mengalir,” harapnya. (dwi/ila)

Sleman