RADAR JOGJA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman menetapkan 792.925 daftar pemilih tetap (DPT) pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sleman 2020. Jumlah tersebut, mengalami kenaikan sebanyak 18.000 pemilih dibanding pada pemilihan umun (Pemilu) 2019.

Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi menjelaskan sebelumnya jumlah daftar pemilih sementara (DPS) mencapai 794.839 orang. Saat rapat pleno penetapan DPT Kamis (15/10), Trapsi mengaku sempat adanya skorsing,untuk melakukan pencermatan kembali data-data yang sebelumnya pernah disampaikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman. Termasuk juga langkah pengecekan otentifikasi data pendukung perbaikan itu.

Dari hasil koordinasi dan pencermatan bersama yang dilakukan panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pengawas pemilu kecamatan (Panwascam), diketahui mobilitas penduduk Sleman sebagai kaum urban sangat dinamis. Baik mobilitas masuk maupun keluar. Terutama di kawasan Depok, Gamping, Mlati. ”Sehingga data cepat berubah,” jelas Trapsi usai rapat pleno terbuka penetapan DPT.

Dari DPT yang ditetapakan, jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang telah disiapkan mencapai 2.125 tempat. Termasuk satu TPS yang berada di dalam lapas. Setelah penetapan dilakukan, lanjut Trapsi, tahapan selanjutnya adalah untuk pemungutan suara. Pihaknya saat ini tengah mempersiapkan pembentukan kelompok pelaksana pemungutan suara (KPPS) dan linmas. Diperkirakan, Sleman nantinyanakan membutuhkan 19.125 KPPS dan Linmas. Pihaknya telah menyiapkan protokol kesehatan, mulai dari disinfektan, masker hingga pelindung wajah. Begitu pula akan difasilitasi rapid bagi petugas. ”Jadi jangan khawatir semua yang berkaitan dengan pemilihan di tempat pemungutan suara (TPS),” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sleman, Kareem Mustofa membenarkan jika sebelumnya KPU diminta untuk melakukan pencermatan kembali. Terkait adanya 14.510 data pemilih ganda yang seblumnya ditemukan oleh pihak Bawaslu. Elemen identifikasi ganda yang ditemukan adalah adanya nama dan tempat tanggal lahir yang sama. ”Sedangkan pencermatan data ganda 196 pemilih dengan 3 elemen. Yakni samanya nama, tempat tanggal lahir, dan alamat,” kata Kareem.

Pencermatan ulang yang dilakukan, bertujuan untuk mendapatkan data valid dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Jika nantinya masih ada pemilih yang belum masuk menjadi DPT, pemilih akan masuk dalam mekanisme lain yakni  menjadi daftar pemilih tambahan. (eno/bah)

Sleman