RADAR JOGJA – Satgas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Sleman mencatat adanya temuan 4 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Keempatnya merupakan hasil tracing atas kasus dosen yang juga Kepala Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis Fisipol UPN Veteran Jogjakarta. Keempatnya memiliki hubungan keluarga dengan pasien awal.

Pria berusia 50 tahun tersebut telah meninggal dunia, Selasa (13/10). Sebelumnya sempat menjalani rawat inap isolasi di RSA UGM dan menggunakan alat ventilator. Selain Covid-19, pasien juga memiliki riwayat penyakit penyerta, di antaranya diabetes melitus dan hipertensi.

“Untuk kasus itu kami temukan 4 kasus positif (Covid-19) pasca tracing. Semua masih ada hubungan keluarga,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo, Kamis (15/10).

Mantan Direktur Utama RSUD Sleman ini menuturkan hasil uji swab dosen tersebut  keluar Senin (12/10). Hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19. Kala itu sang dosen telah menjalani tindakan medis di ICU RSA UGM.

“Kalau dari data medis kami, pasien ini sudah dirawat di rumah sakit sejak seminggu sebelumnya. Jadi kemungkinan swab sekitar tanggal 7 atau 8 Oktober,” katanya.

Dalam kesempatan ini Joko juga meluruskan informasi yang beredar. Bahwa sang dosen terpapar Covid-19 dari almarhumah mertuanya. Diketahui bahwa sang mertua telah meninggal dunia beberapa hari sebelumnya.

Dari data medis yang ada, mertua sang dosen berstatus probable. Status ini sama dengan pasien dalam pengawasan. Kala itu kondisi kesehatan memiliki gejala berat.

“Belum jelas mana yang lebih dulu positif dan menulari. Tapi pastinya ibu mertuanya meninggal dunia dengan status probable atau PDP. Saat itu belum sempat diswab,” ujarnya. (dwi/tif)

Sleman