RADAR JOGJA – Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman bergerak cepat pasca amblesnya cross drain Selokan Mataram di Dusun Mayangan, Trihanggo, Gamping, Sleman. Langkah pertama ada mendata luasan sawah dan kolam terdampak. Terutama yang mengandalkan pengairan Selokan Mataram.

Kepala DP3 Sleman Heru Saptono menuturkan, ada sekitar 10 ribu hingga 11 ribu  lahan pertanian terdampak. Angka ini belum ditambah jumlah kolam milik kelompok tani ikan. Proses identifikasi masih berlangsung hingga saat ini.

“Sebagai perbandingan selokan Van Dee Wijk itu debit airnya 3 ribu meter kubik bisa mengairi sekitar 4 ribu hektare. Kalau Selokan Mataram ini debitnya 8 ribu meter kubik per detik, jadi bisa tiga kalinya atau sekitar 10 ribu sampai 11 ribu hektare,” jelasnya ditemui di lokasi amblesnya Cross Drain Selokan Mataram, Kamis (15/10).

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Serayu dan Opak (BBWSO). Kaitannya adalah perbaikan aliran cross drain Selokan Mataram. Setidaknya target perbaikan bisa rampung dalam pekan ketiga di Oktober.

Dia tak menampik matinya aliran Selokan Mataram berdampak signifikan. Terlebih petani di Sleman telah memasuki musim awal tanam kedua. Belum lagi kolam pembudidaya ikan yang mengandalkan aliran Selokan Mataram.

“Sudah saya sampaikan usulan dari petani kalau bisa jangan terlalu lama. Akan menganggu masa tanam dan kolam ikan di sekitar Selokan Mataram,” katanya.

Langkah antisipasi sementara adalah menyiasati masa tanam. Solusi ini setidaknya mampu meminimalisir kerugian para petani. Agar tak muncul kerugian berlebih dengan minimnya debit air.

“Laporan kerugian belum masuk, tapi ada kolam yang hilang ikannya. Masa tanam agak sedikit mundur dan ini pekerjaan sulit untuk mengkondisikan tapi akan kami lakukan karena faktual yang terjadi seperti ini,” ujarnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan memastikan ada kajian cepat. Melibatkan DP3 Sleman, BPBD Sleman, DPUPKP Sleman dan BBWSO. Tak hanya perbaikan kerusakan tapi juga estimasi kerugian petani dan pembudidaya ikan.

Langkah antisipasi awal berupa penutupan Bendungan Karangtalun. Pasca kering berlanjut dengan perbaikan aliran cross drain Selokan Mataram. Makwan belum bisa memastikan lamanya perbaikan.

“Kerugian di sektor pertanian dan perikanan. Kalau pemukiman semalam memang ada yang terendam tapi hanya dua rumah saja. Sudah dikuras airnya,” katanya.

Hingga saat ini belum diketahui penyebab amblesnya cross drain Selokan Mataram. Dugaan awal saluran drainase sisi bawah ambles. Imbasnya aliran air Selokan Mataram tersedot ke sisi selatan.

Subkoordinator Perancanaan OP BBWSO Antyarda Ikanadani menuturkan, titik tersebut sempat mengalami perbaikan. Tepatnya oleh DPUKP Sleman. Hanya, timnya belum bisa memastikan secara pasti penyebab kerusakan terkini.

“Kami akan koordinasi karena info masyarakat pernah diperbaiki oleh PU (DPUKP) kabupaten Sleman. Penyebab pasti belum tahu, tapi dilihat dari pusaran dan air keluar di sisi selatan kemungkinan drainase ada yang jebol,” ujarnya.

Kondisi lantai Selokan Mataram sendiri tak ada pelapisan khusus. Dani, sapaannya, menjelaskan lapisan bawah Selokan Mataram hanyalah tanah. Di sisi bawah lapisan tanah inilah terdapat pipa cross drain.

“Jadi kerusakan bukan di Selokan Mataram, kami duga pipa dari cross drain itu yang jebol dan menyedot air selokan Mataram. Harapannya bisa diperbaiki secepat mungkin karena kaitannya hajat para petani dan pembudidaya ikan,” katanya. (dwi/ila)

Sleman