RADAR JOGJA – Dampak amblesnya cross drain Selokan Mataram langsung dirasakan pembudidaya ikan. Apabila perbaikan tak segera dilakukan, nominal kerugian ditafsir mencapai ratusan juta. Jumlah ini masih bisa bertambah karena banyaknya pembudidaya ikan yang bergantung pada aliran Selokan Mataram.

Bendahara Koperasi JMP Sembada Andika Angga Pramudya Wardana menuturkan saat ini telah mendekati masa panen. Komoditas utama di sepanjang aliran Selokan Mataram adalah ikan Nila dan ikan Bawal. Seluruhnya mengandalkan aliran air yang mengalir.

“Komoditas ikan nila dan bawal, airnya memang harus mengalir, beda dengan lele dan gurameh. Estimasi kerugian bisa mencapai angka ratusan juta. Apalagi saat ini tahapannya hampir panen,” jelasnya ditemui di lokasi ambles cross drain Selokan Mataram, Kamis (15/10).

Andika mendesak perbaikan dilakukan sesegera mungkin. Bahkan dia meminta agar pintu air Karangtalun dibuka sore ini. Tujuannya agar para pembudidaya ikan tak merugi semakin besar.

Dia mencontohkan pembudidaya ikan di kawasan Dusun Mayang. Satu kelompok mengalami kerugian kisaran Rp 30 juta hingga Rp 40 juta. Mayoritas kerugian adalah ikan hilang terbawa arus amblesnya cross drain Selokan Mataram.

“Kalau tidak segera mengalir hari ini kerugian lebih besar. Kondisi air tidak mengalir, ikan hanya bisa bertahan sampai nanti sore,” katanya.

Salah seorang pembudidaya ikan Dusun Mayangan Jumanto bersama kelompoknya segera menyelamatkan ikan yang tersisa. Sementara ikan besar telah hanyut terbawa arus air.

Pasca amblesnya cross drain Selokan Mataram, 5 kolam milik kelompoknya tersapu arus air. Setidaknya satu kuintal ikan ukuran siap panen amblas. Alhasil dia menderita kerugian Rp 2,5 juta untuk satu kuintal ikan Nila.

“Ikan nila sudah siap panen, tapi hanyut. Ini (ikan) yang ukuran kecil diungsikan dulu. Jumlah kolam di sisi selatan masih banyak, ya bagaimana lagi,” ujarnya. (dwi/tif)

Sleman