RADAR JOGJA – Tak ada hujan, Jalan Kabupaten yang dilewati Selokan Mataram tergenang air. Penyebabnya karena saluran sifon drainase yang melintas di bawah Selokan Mataram di daerah Mayangan, Trihanggo, Gamping, Sleman ambles Rabu (14/10) siang.

Limpasan saluran drainase berakibat pada merembesnya air di selokan Mataram dan membanjiri sawah hingga Jalan Kapubaten. Subkoordinator Perencanaan OP Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS-SO) Antyarsa Ikanadani menjelaskan, adanya luapan air di jalan Kabupaten akibat limpasan saluran drainase. Menurut Dani, gorong-gorong yang berada di bawah selokan Mataram berlubang dan ambles. “Jadi bukan di Selokan Mataramnya. Yang rusak itu saluran drainase,” jelas Dani.

Setelah adanya kejadian tersebut, Dani mengaku pihaknya langsung melakukan tindakan darurat. Pihaknya melokalisir bagian selokan yang ambles dengan menyiapkan sekitar 150 geobag untuk melakukan kisdam. Tujuannya adalah air selokan tidak masuk ke drainase. “Sehingga air di Selokan Mataram tetap mengalir, dan tidak masuk ke saluran drainase,” tambahnya.

Kisdam, lanjut Danu, hanya bersifat sementara selama perbaikan. Pihaknya membutuhkan waktu untuk perbaikan sekitar sepekan hingga 10 hari. Untuk perbaikan tersebut, saluran utama Selokan Mataram di Karangtalun akan ditutup dan kering. Setelah saluran drainase ikut mengering, perbaikan baru bisa dilakukan. “Kami belum tahu kerusakannya seperti apa, makanya bendungan Karangtalun kami tutup,” kata Dani.

Dani mengaku, pihaknya akan berkoordinasi dengan Provinsi terkait saluran drainase tersebut. Sebab pembenahan drainase bukan menjadi kewenangan BBWSO. Dani berharap, dengan adanya penutupan selokan mataram nantinya, masyarakat bisa memahami hal teraebut. (eno/pra)

Sleman