RADAR JOGJA – Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman berikan kemudahan kepada masyarakat Sleman saat mengujikan kendaraan, melalui Sikresno.id (Sistem Informasi Kendaraan Registrasi Online). Yakni, dapat mengurai antrean terlebih saat pandemi Covid-19 ini.

Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor, Dishub Sleman Gandung Suwarta mengatakan, sistem tersebut bisa digunakan bagi para pengendara saat akan mendaftar Uji Kendaraan secara online. “Saat ini kan eranya sudah digital, apa-apa juga dengan. Jadi, kami melaksanakan pelayanan itu dengan online. Terlebih saat ini Covid-19 sehingga bisa mengurangi penumpukan pemakai jasa uji,” katanya saat dikonfirmasi Radar Jogja, Senin (12/10).

Dengan sistem tersebut, masyarakat dapat menghemat waktu. Dan, masyarakat bisa datang sesuai dengan nomor antre yang didapat.

Masyarakat atau pemakai jasa dapat mengakses layanan tersebut melalui laman Sikresno.id. Kemudian, memasukkan nomor plat kendaraan dan juga nomor uji KIR. Nomor uji tersebut menjadi kata kunci untuk mengakses layanan.

Setelah itu, pemakai jasa dapat memilih jenis layanan yang ada. Seperti, uji kendaraan berkala, numpang uji, mutasi, dan sebagainnya. Kemudian, pemakai jasa secara otomatis akan mendapatkan nomor antrean dan waktu layanan.

“Pemakai jasa tinggal datang ke Kantor Dishub untuk konfirmasi telah mendapat antrean secara dan membawa Buku Uji KIR dan STNK,” jelas Gandung.

Dikatakan, dari mulai Januari hingga Senin (12/10) sudah ada sebanyak 11.566 kendaraan yanh diuji. “Rata-rata per hari 110 kendaraan yang diujikan,” sebutnya.

Gandung menyebutkan, karena pandemi Covid-19 layanan pengujian KIR sempat ditunda. Dan, ada penumpukan sekitar 6.600 kendaraan yang ditunda untuk diujikan. “sekitar tiga bulan kami tutup layanan. Kemudian, kami pada Agustus menambahkan hari layanan hingga hari Sabtu dan kuota. Awal pelayanan karena pandemi kami batasi hanya 50, kemudian kami tambah menjadi 110 kembali,” ungkapnya.

Disebutkan, saat ini kendaraan yang tertunda saat pandemi tersebut belum selesai. Namun, dia berharap pada Desember mendatang akan segera terselesaikan.

Dia berharap, dengan adanya Sikresno tersebut masyarakat menjadi lebih terbantu dan dipermudah. Dia mengatakan, masyarakat terkadang belum familiar dengan sistem itu. Tetapi, pihaknya siap melayani dan membantu misalkan ada masyarakat datang tetapi belum menunjukkan bukti pendaftaran online.

“Akan kami bantu untuk di-online-kan (mendaftar online) oleh teman kami. Dengan begitu, otomatis akan tertunda pengujiannya, maka akan kami beri surat keterangan untuk sementara waktu sebagai bukti jalan meskipun kendaraannya terlambat masa berlakunya,” ujar dia.

Dia menambahkan, di tengah pandemi Covid-19 ini dia juga telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) sesuai dengan anjuran pemerintah. Seperti, memakai masker, menyediakan tempat cuci tangan, jaga jarak, dan sebagainya. “Kami tidak beekontak langsung dengan pemakai jasa, kami terapkan jaga jarak. Kami juga berlakukan area wajib bermasker, bagi pengendara yang tidak pakai masker tidak kami izinkan masuk,” papar dia.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Transportasi, Dishub Sleman Marjana mengatakan, Sikresno merupakan sistem informasi online bagi pengendara yanv akan melakukan uji kendaraan bermotor di Sleman. “Ini kami laksanakan mulai 2019 akhir, tujuannya untuk memudahkan masyarakat untuk mengujikan kendaraan dengan tidak perlu harus datang daftar di kantor. Jadi lewat HP itu sudah bisa dibuka dengan sikresno.id,” kata dia.

Ke depan, layanan tersebut akan dikembangkan untuk sistem pembayaran non tunainya. Agar masyarakat lebih dimudahkan apalagi di tengah pandemi Covid-19. “Sebenarnya sudah non tunai sekarang tetapi memperluas saja nanti bisa lewat ATM atau sistem pembayaran lain. Kalau sekarang kan pembayaran masih teller, walapun non tunai tetapi masih mendatangkan teller BPD di kantor. Mungkin ke depan akan kami kembangkan seperti itu,” jelasnya.

Marjana berharap, dengan sistem tersebut masyarakat juga bisa andil dan menyadari bahwa sebenarnya pengujian KIR itu mudah dan tidak ribet.

“Mari, jangan sampai tidak diujikan kendaraannya. Karena nanti di jalan kalau ada sesuatu karena faktor kelayakan kendaraan akan merugikan bukan hanya dirinya sendiri tetapi juga orang lain. Karena jalan digunakan oleh masyarakat umum. Untuk keselamatan, jadi uji kendaraan bermotor sangatlah penting,” tegas Marjana. (cr1/bah)

Sleman