RADAR JOGJA – Bupati Sleman Sri Purnomo meminta perusahaan mengetatkan protokol kesehatan di wilayah perkantoran. Dia menduga ada ketidakdisiplinan dalam menerapkan prokes Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Imbauan ini sebagai respon munculnya klaster di perusahaan swasta bidang telekomunikasi. 

SP, sapaannya, mengakui wilayah perkantoran memiliki tingkat kerawanan tinggi. Ini karena potensi kontak erat terjadi setiap waktu. Ditambah lagi sikap menyepelekan prokes Covid-19 dalam aktivitas keseharian.

“Sudah kami ingatkan, kalau disiplinnya tidak bisa setiap hari, cepat atau lambat akan muncul kasus. Kuncinya memang protokol kesehatan jangan disepelekan karena covid berkembang terus,” tegasnya, ditemui di TPU Madurejo Prambanan, Selasa (13/10).

Dalam pengawasannya, SP, memastikan setiap perusahaan memiliki satgas Covid-19. Fungsinya adalah menjaga kedisiplinan prokes Covid-19 di lingkungan internal. Hanya saja efektivitas prokes tergantung individu masing-masing.

“Satgas covid di perusahaan sudah ada, hanya tinggal efektif atau tidak. Ini adalah komitmen dan kesadaran untuk sama-sama menjaga kesehatan,” katanya.

Upaya tracing masih berlangsung hingga saat ini. Tujuannya untuk meminimalisir persebaran Covid-19. Selain itu juga melacak sebaran antar kontak erat karyawan.

Sasaran utama tak hanya kepada kasus awal. SP memastikan seluruh 62 kasus tetap dilakukan tracing. Hingga akhirnya terlacak kontak erat di lingkungan internal, rumah dan lingkungannya.

“Agar tidak melebar kemana mana. Kami lebarkan, bertemu dengan siapa saja 62 kasus ini dan langsung usahakan tracing,” ujarnya. (dwi/tif)

Sleman