RADAR JOGJA – Head External Communication XL Axiata Henry Wijayanto memastikan kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bukan berasal dari wilayah kerjanya. Walau begitu dia membenarkan munculnya masih dalam satu komplek kantor. Tepatnya mitra kerja dalam pelayanan publik.

Henry menegaskan adanya teguran kepada mitra kerja. Terlebih lingkungan kerja masih dalam satu wilayah. Terlepas itu, penerapan protokol kesehatan Covid-19 tetap jadi tanggung jawab bersama.

“Tentunya kami terus melakukan koordinasi dengan seluruh mitra kerja kami dimanapun berada. Kami juga bekerjasama dengan Dinkes setempat untuk senantiasa wajib memastikan pemberlakukan protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya, Selasa (13/10).

Sterilisasi wilayah kantor berlaku pasca munculnya kasus. Henry memastikan tindakan ini telah berlangsung sejak awal. Pembersihan wilayah kerja berlangsung secara berkala setiap bulannya.

Langkah ini tak hanya demi kesehatan karyawan tapi juga pelanggan. Kesadaran ini sebagai wujud tanggung jawab dan disiplin. Terlebih perusahannya bekerja dalam ranah pelayanan publik. 

“Sterilisasi dan disinfektan total di area wilayah sudah dilakukan setelah diketahui adanya kasus yang terjadi di mitra kerja kami. Proses disinfektan dari ruang kerja hingga pusat pelayanan,” katanya.

Tak hanya sterilisasi, pihaknya juga melakukan tindakan uji kesehatan secara massal. Dilakukan dengan metode rapid diagnostic test (RDT) dan uji swab Polymerase Chain Reaction (PCR).

“Ini di lingkup kerja internal kami atau XL Axiata. Kami lakukan uji kesehatan dengan rapid tes dan swab,” ujarnya.

Pasca munculnya kasus, operasional kantor tetap berlangsung dengan penyesuaian sistem kerja harian. Tak hanya di wilayah kerja XL Axiata tapi juga mitra kerja dengan penerapan prokes Covid-19 secara disiplin.

Setiap karyawan, lanjutnya, diperiksa suhu tubuh sebelum masuk kantor. Kebijakan tetap operasional beracuan pada sterilisasi wilayah. Artinya manajemen meyakini wilayah kerja telah bersih dari Covid-19.

“Sejauh ini pusat layanan di area terdekat dengan mitra tersebut beroperasi seperti biasa, karena telah kami lakukan sterilisasi dan disinfektan total di semua area kerja. Untuk semua karyawan juga telah kami lakukan pengecekan kesehatan secara berkala,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo memastikan belum ada penambahan kasus. Total kasus hingga saat ini masih 62 kasus. Seluruhnya berstatus karyawan perusahaan jasa telekomunikasi.

Mantan Direktur Utama RSUD Sleman ini membenarkan tak ada penutupan kantor. Walau begitu berlaku pembatasan operasional yakni penerapan sistem kerja dari rumah untuk sebagian karyawan.

“Tidak tutup hanya dibatasi saja operasionalnya. Ada yang WFH adapula yang karantina. Untuk kasus, hari ini belum ada penambahan,” ujarnya. (dwi/tif)

Sleman