RADAR JOGJA – Kepala DPUKP Sleman Taupik Wahyudi memastikan pembangunan gedung Sekretariat DPRD (Setwan) dan Sekretariat Daerah (Setda) Sleman berjalan tepat waktu. Keduanya ditargetkan rampung akhir tahun. Terlebih pembangunan telah dilakukan sejak 2019.

Terkait anggaran gedung Setwan terbagi Rp 91,8 miliar pada 2019 dan Rp 91,8 miliar di 2020. Sedangkan untuk gedung Setda sebesar Rp 15,07 miliar di 2019 dan Rp 26 miliar di 2020.

“Kalau gedung Setwan presentasenya sudah 72 persen, sementara Setda sudah 42 persen. Kontrak target itu sampai 31 Desember,” jelasnya ditemui Pendopo Parasamya Setda Pemkab Sleman, Selasa (13/10).

Taupik juga memastikan tak ada pemotongan anggaran pembangunan. Termasuk refokusing penganggaran tahun 2020 untuk pembangunan kedua gedung ini. Diketahui bahwa ada refokusing APBD pasca Pandemi Covid-19.

“Tidak ada pemotongan anggaran 2020 karena sudah kontrak target. Apalagi proyek ini juga telah disusun sejak tahun sebelumnya,” katanya.

Pemangkasan justru terjadi pada anggaran DPUKP Sleman secara umum. Pada awalnya dinas ini mengalokasikan Rp 414,8 miliar. Pasca refokusing anggaran berkurang hampir 50 persen. Tepatnya menjadi Rp 219,21 miliar. 

Dampak dari pemangkasan anggaran adalah adanya pengurangan paket pembangunan. Diawali dari Bina Marga dari 105 paket menjadi 21 paket. Bidang Cipta Karya dari 65 paket menjadi 52 paket.

“Untuk Cipta Karya pengurangan paket tidak banuak karena fokus di masalah penyediaan air minum. Dianggap masyarakat masih membutuhkan,” ujarnya.

Pengurangan paket juga terjadi di bidang Sumber Daya Air. Dari 195 paket menjadi 2 paket. Hanya saja terjadi penambahan sekitar 30 paket pada 2020.

“Bidang pendataan pengawasan bangunan tetap 4 paket. Bidang perumahan dari 71 paket jadi 34 paket. Untuk perumahan difokuskan pada penanganan kawasan kumuh,” katanya.(dwi/tif)

Sleman