RADAR JOGJA – Inovasi GeNose, alat deteksi Covid-19 melalui hembusan napas akan memasuki tahap uji klinis dan diagnostik. Jika lolos uji, inovasi peneliti UGM ini diharap bisa diproduksi masal pada pertengahan November mendatang.

Salah satu Peneliti GeNose Dian Kesumapramudya Nurputra menjelaskan, dalam tahap uji diagnostik, pihaknya perlu mengumpulkan sekitar 1.600 subjek dan 3.200 sampel napas yang diperoleh dari sembilan RS rujukan Covid-19 di DIJ. Proses itu diprediksi memakan waktu sekitar dua hingga empat minggu. Saat ini, GeNose sudah memiliki surat kelayakan uji fungsi dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan Kementerian Kesehatan dan komite etik.

Dian belum bisa memastikan apakah GeNose akan menjadi alat diagnostik. Klaim untuk mendiagnosis Covid-19 masih terlalu dini, sebab hasil uji diangnostik belum dilakukan.  “Posisinya sementara untuk skrining mendampingi rapid dan PCR. Tapi semoga hasil diagnostiknya memuaskan,” jelasnya usai bertemu Gubernur DIJ Senin (12/10).

Dia menjelaskan, bila dipergunakan sebagai alat diagnostik, sebuah alat harus memiliki tingkat akuransi medis di atas standar. Seperti metode PCR yang memiliki tingkat spesifisitas atau sensitivitas mencapai 99 persen. “PCR spesifisitas mencapai 99 persen. Jadi kalau terdeteksi itu benar-benar Sars CoV-2. Kalau alat ini (GeNose) kami tunggu hasil uji coba diagnostiknya bagaimana,” paparnya.

Terkait adanya universitas yang menyangsikan inovasi GeNose, Dian tak mempersalahkan. Itu adalah hal wajar dalam dunia akademisi. Menurut dia, dalam mengemukakan inovasi baru harus berpikiran secara kolaboratif, open minded, dan biological clausibiluty-nya jelas. “Bukti yang sekarang kita kumpulkan lewat uji diagnostik itu yang akan jadi jawaban dari sanksi beliau beliau dan bukti itu tidak hanya bukti klaim,” paparnya. Hasil uji itu nantinya juga ditulis dan dipresentasikan dalam jurnal internasional sebagai bentuk pertanggung jawaban peneliti.

Rektor UGM Panut Mulyono menjelaskan, pihaknya telah meminta dukungan Gubernur DIJ terkait inovasi ini. Pihaknya juga telah melaporkan perkembangan inovasi GeNose. “Saati ini dalam proses uji klinis dan diagnosis. Serta menunggu izin edar dari Kemenkes. Kami memohon dukungan kepada Gubernur agar alat bisa cepat beredar di masyarakat,” paparnya. (tor/pra)

Sleman