RADAR JOGJA – Kemunculan kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Ngaglik masih bertambah. Catatan terbaru ditemukan 23 kasus baru. Akumulasi kasus Covid-19 di ponpes besar ini mencapai 135 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo memastikan tracing kasus masih berlanjut. Ini karena masih ada temuan kasus. Pembelajaran tatap muka juga masih ditiadakan.

“Untuk ponpes itu belum selesai yang ponpes besar, belum bisa dikatakan finish. Kami lakukan tracing masih berkembang. Sampai kemarin 112 kasus tambah 23 kasus baru sehingga total 135 kasus,” jelasnya, ditemui di Grha Sarina Vidi jalan Magelang, Senin (12/9).

Pelacakan massal sebaran kasus Covid-19 diawali dengan rapid diagnostic test (RDT) kepada sekitar 700 santri dan tenaga pengajar. Berlanjut dengan uji swab PCR sebanyak 135 specimen.

Strategi uji swab PCR menyasar kontak erat utama kasus. Sementara uji RDT dilakukan kepada kontak non erat. Artinya sempat ada interaksi dan komunikasi namun tidak intens.

“Hasilnya total 135 positif Covid-19. Mayoritas santri, hanya satu terakhir ada pengasuh. Dari total itu reaktif 160 santri, diswab 135 positif dan tidak positif 25 santri,” katanya. 

Dari total kasus, mayoritas menunjukan gejala ringan hingga sedang. Didominasi boleh hilangnya indera penciuman dan indera pengecapan. Ini sesuai dengan temuan kasus awal pasien bergejala. 

“Bergejala tapi ringan, ada juga anosmia atau penciuman dan pengecapan hilang. Hasil tracing 20 persen dari 160 itu tanpa gejala,” ujarnya.

Total temuan kasus Covid-19 di seluruh Ponpes mencapai 153 kasus. Sebanyak 135 kasus berasal dari ponpes besar di Kecamatan Ngaglik dan 17 kasus di ponpes Kecamatan Prambanan dan satu kasus di satu ponpes Kecamatan Ngaglik.

Evaluasi terhadap sistem pembelajaran telah dilakukan. Hasilnya ponpes dengan temuan kasus Covid-19 diliburkan. Khususnya dalam pembelajaran tatap muka. Bahkan 2 ponpes di Kecamatan Prambanan dan Moyudan memilih undur diri.

“Dua ponpes sudah dapat rekomendasi. Kalau yang sudah rekomendasi ada 19 ponpes dari 145 ponpes. Untuk yang muncul kasus tidak dipulangkan santrinya. Masih kajian paling tidak warga dekat sini (asal Jogjakarta) bisa pulang,” katanya. (dwi/tif)

Sleman