RADAR JOGJA – Status kepegawaian guru terpidana kecelakaan susur Sungai Sempor saat ini masih dibekukan sementara. Usai masa tahanan berakhir, terpidana guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) besar kemungkinan akan dikembalikan ke formasi awal.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman Ery Widaryana menjelaskan saat ini ketiga guru yang bersangkutan masih menjalani masa tahanan. Mereka yakni, Isfan Yoppi Andrian (IYA), Danang Dewo Subroto (DDS) dan Riyanto (R) yang divonis hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan. Masa tahanan tersebut, telah dipotong selama 6 bulan selama proses hukum berlangsung. Sehingga mereka tinggal menjalani sekitar satu tahun.”Mudah-mudahan ada remisi dan sebagainya,” harap Ery Kamis (8/10).

Ery menuturkan, dari ketiga terdakwa, hanya dua guru yang berstatus PNS, yakni IYA dan R. Sedangkan DDS tercatat sebagai guru honorer. Meskipun guru yang berstatus PNS akan kembali, dia tidak bisa memastikan lokasi sekolah dimana akan megajar. Apakah akan tetap ditempatkan di sekolah lama atau dipindahkan ke sekolah lain.

Menurutnya, ada beberapa aspek yang akan dipertimbangkan ketika nantinya menentukan lokasi sekolah. Untuk IYA, yang formasi awalnya adalah guru olahraga, dimungkinkan akan kembali menjadi guru olahraga. Mengingat di Sleman tergolong kekurangan guru olahraga. ”Besar kemungkinan masih guru olahraga. Kalau sekolah belum tahu,” tambahnya.

Sedangkan untuk R yang merupakan guru memasuki batas pensiun, pihaknya akan mengaktifkan kembali status kepegawaiannya dengan diterbitkan SK pensiun. Mengingat dakwaan yang diberikan kepada para guru tersebut adalah bentuk kelalaian, dan bukan kesengajaan. ”Pengaktifan kembali dan menerbitkan SK pensiun bisa dilakukan karena vonis yang dijatuhkan kepada guru bersangkutan tidak memenuhi batas minimal untuk diberhentikan menjadi PNS,” kata Ery. (eno/bah)

Sleman