RADAR JOGJA – Selama 15 hari saluran irigasi Van Der Wijck tak bisa mengalirkan air ke lahan di sekitarnya. Itu karena sedang dalam masa pemeliharaan jaringan. Terhitung sejak Minggu (4/10) sampai Minggu (18/10) mendatang.

Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman, Heru Saptono menjelaskan, pemeliharaan saluran irigasi Van Der Wijck dilakukan untuk merehabilitasi bagian-bagian selokan yang rusak. Mengingat usia saluran sudah puluhan tahun, sehingga membutuhkan perawatan rutin.Kegiatan pemeliharaan, lanjut Heru, sudah disosialisasikan ke Panewu dari sebulan sebelumnya. Hal ini dilakukan agar petani bisa melakukan antisipasi. “Misalnya semula tanam padi, tanam padinya mundur atau tanam palawija,” jelas Heru Selasa (5/10).

Heru menambahkan, pemeliharaan irigasi rutin dilakukan setiap tahun. Hanya saja, waktu pemeliharaan tidak pernah secara pasti ditetapkan. Untuk selanjutnya, pemeliharaan akan dilakukan terjadwal pada bulan Oktober. “Agar memudahkan petani untuk mengantisipasi,” ungkapnya.

Dengan adanya pemeliharaan, Heru berharap, fungsi saluran irigasi bisa menjadi lebih baik lagi. Dan nantinya akan berdampak baik terhadap penyaluran air untuk pengairan sawah para petani. “Karena dibangun sejak zaman Jepang sehingga bisa berfungsi dengan lebih baik lagi,” harap Heru.

Sementaran itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral DIJ Hananto Hadi Purnomo menuturkan, mematikan saluran irigasi Van Der Wijck dikarenakan adanya pemeliharaan jaringan di sejumlah titik saluran.

Sebelum melakukan pemeliharaan saluran, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan dinas terkait. Selain itu, pemeliharaan tersebut dipandang tidak akan berpengaruh terhadap kegiatan pertanian. “Sudah dikoordinasikan dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air, sehingga hal itu tidak akan berpengaruh terhadap kegiatan pertanian karena sudah disesuaikan dengan kebutuhan petani akan air,” jelas mantan Inspektur Inspektorat DIJ itu. (eno/pra)

Sleman