RADAR JOGJA – Peserta aksi penolakan pengesahaan UU Omnibus Law nyaris bentrok dengan warga sekitar Jalan Affandi, Caturtunggal, Depok Sleman, Senin malam (5/10). Kelompok dari Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) meneriakan aspirasi di simpang tiga jalan Affandi. Kedua massa sempat berhadapan tapi berhasil dipisahkan personel Polres Sleman.

Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto memastikan aksi kondusif. Walau nyaris ricuh tapi tak terjadi kontak fisik antara kedua kelompok massa. Langkah antisipasi dilakukan dengan penyekatan antara kedua kelompok. 

“Aksi kali ini kondusif berjalan tertib aspirasi sudah disampaikan. Tadi hanya kami imbau agar segera membubarkan diri karena batas waktu penyampaian aspirasi hanya sampai 18.30,” jelasnya ditemui di lokasi aksi, Senin malam (5/10).

Perwira menengah dua melati ini mengakui tak ada pemberitahuan aksi. Baik ke pihak Polsek setempat, Polres Sleman maupun Polda DIJ. Perwakilan aksi mengakui tak ada pemberitahuan sebelumnya. Merupakan respon atas disahkannya UU Cipta Kerja atau UU Omnibus Law.

Walau begitu pihaknya tetap melakukan pengawalan. Tujuannya agar penyampaian aksi berlangsung kondusif. Jajarannya juga melakukan rekayasa jalan di sejumlah jalan Affandi.

“Acaranya dadakan, langsung mengumpulkan massa dan tidak ada pemberitahuan. Beberapa ruas jalan yang menuju simpangtiga Affandi kami alihkan. Lalu menurunkan 150 persenel,” katanya.

Juru bicara ARB Lusi menegaskan aksi adalah respon disahkannya UU Cipta Kerja. Dia menganggap legislatif khususnya DPR RI mengelabuhi rakyat. Pengesahan UU Cipta Kerja maju dari jadwal sidang paripurna 8 Oktober.

Pengesahan UU Cipta Kerja, lanjutnya, juga mengacuhkan keterlibatan masyarakat. Terlihat dari tidak diterapkan asas partisipasi publik. Seperti tidak didengarkan aspirasi dari gelombang protes oleh sejumlah kelompok masyarakat.

“Akan terus menolak Omnibus Law tanpa kompromi baik melalui jalur litigasi dan non ligitasi. Mengajak masyarakat berpartisipasi aktif terhadap penolakan omnibus law. Kami berkomitmen mengawal 7 tuntutan yang sudah disuarakan pada aksi sebelumnya 16 Agustus 2020,” tegasnya. (dwi/tif)

Sleman