RADAR JOGJA – Kasus terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 di lingkungan pondok pesantren di Sleman bertambah. Catatan terbaru ada 38 kasus yang ditemukan. Seluruhnya berasal dari pondok pesantren yang sama di Kecamatan Ngaglik. Akumulasi kasus ada 105 terkonfirmasi positif Covid-19.

Berdasarkan catatan Satgas Covid-19 Sleman terdapat dua pondok pesantren di kecamatan ini. Kasus terbesar adalah sekitar 93 kasus di pondok pesantren besar. Sementara untuk pondok pesantren kedua hanya ditemukan satu kasus.

“Iya ada tambahan kasus baru untuk kasus Covid-19 di ponpes Sleman. Bisa dipakai data dari (Satgas Covid-19) provinsi yang tambahan 38 kasus,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo, Sabtu malam (3/10).

Joko menjabarkan detil data kasus Covid-19 di Ponpes wilayah Kabupaten Sleman. Untuk kasus di ponpes Ngaglik terbesar ada 93 kasus. Lalu satu kasus untuk ponpes kedua. Sementara untuk Ponpes di Kecamatan Prambanan ada 11 kasus.

Ponpes di Kecamatan Prambanan, lanjutnya, berawal dari enam kasus. Pasca tracing kontak erat muncullah lima kasus baru. Sehingga akumulasi kasus Covid-19 di ponpes tersebut ada 11 kasus.

“Dinkes Sleman melakukan tracing pada 295 santri dari tiga pondok pesantren. Detilnya sebanyak 240 santri menjadi sasaran tracing di dua ponpes di Ngaglik dan 55 lainnya di ponpes Prambanan,” katanya. (dwi/tif)

Sleman