RADAR JOGJA – Tak sedikit pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) mengalami kendala pemasaran produk mereka. Hal itu ternyata akibat minimnya pengetahuan mengenai pemanfaatan media sosial (medsos) untuk pemasaran produk. Padahal, banyak sekali fitur yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM. Misalnya, fitur survei dengan cara menyebar kuisioner kepada pengguna medsos lainnya.

Hal itu disampaikan praktisi penjualan daring Ahmad Mirwan Hariadi saat berdiskusi dengan calon bupati Sleman nomor urut 1 Danang Wicaksana Sulistya (DWS) di kantornya, Dusun Sedan, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Senin (29/9/2020). “Kalau kita riset terlebih dahulu, paling tidak bisa tahu. Apakah produk atau calon produk kita bisa diterima pasar. Atau produk seperti apa yang dibutuhkan pasar hari ini,” kata Mirwan.

Menurut Mirwan, sejauh ini pelaku UMKM memanfaatkan medsos hanya sebatas untuk posting produk di laman sendiri. Atau hanya di-share di grup UMKM. “Saya tidak bilang cara seperti itu salah. Cuma bagi saya kurang optimal. Seperti memindahkan tempat berjualan ke dunia maya, itu saja,” ucapnya.

Mirwan mengaku, saat ini dirinya membantu pemasaran produk kerajinan tangan dari 30 pengrajin yang berada di Kapanewon Kalasan dan Prambanan menggunakan medsos. Yakni Instagram dan Facebook dengan akun @perkakas.kayu dan @woodenway.id

Ditanya soal omset yang diperolehnya dari penjualan daring tersebut, bos penyewaan kamera berlabel TitikFokus tersebut hanya tersenyum. “Alhamdulillah, bisa buat ngegaji 35 karyawan,” ujarnya.

Supaya produk yang diunggah di medsos bisa lebih laku lagi, lanjut Mirwan, pelaku UMKM bisa memanfaatkan fitur berbayar seperti Facebook ads. Atau Instagram ads. Itu jika mereka ingin jangkauan pemasaran produknya lebih luas lagi. “Fitur ini memang membutuhkan biaya. Tapi jika dihitung biayanya jauh lebih murah dan jangkauannya bisa lebih luas dibanding memasang iklan di media konvensional seperti koran, majalah, radio atau TV,” papar alumnus Teknik Sipil UII tersebut.

Dalam kesempatan itu, DWS menyambut baik masukan Mirwan. “Sejauh ini, setiap kali keliling saya selalu disambati pelaku UMKM mengenai kendala mereka dalam pemasaran. Alhamdulillah hari ini saya ketemu Mas Mirwan. Ke depan, saya butuh banyak masukan dari njenengan untuk memajukan UMKM Sleman,” katanya.

DWS berkomitmen, bersama pasangannya, Raden Agus Choliq (ACH), keduanya bertekad menjadikan sektor UMKM sebagai salah satu unggulan ekonomi Sleman. Terlebih, ACH yang kader Nahdlatul Ulama itu juga sudah lama menggeluti UMKM.(*/tim/ist)

Sleman