RADAR JOGJA – Muda, cerdas, siap bekerja dan berkarya. Setiap kali sambang warga, kehadiran Danang Wicaksana Sulistya (DWS) seolah telah dinanti. Tak terkecuali kalangan ibu-ibu dan remaja putri.

Seperti saat calon bupati Sleman nomor urut 1 itu menyapa warga Nologaten, Caturtunggal, Depok, Kamis (1/10/2020). Tak butuh waktu lama bagi DWS untuk akrab dengan setiap orang yang ditemuinya.

Serius, tapi santai. Itulah gaya DWS saat menggali aspirasi masyarakat. Sehingga pria yang berpasangan dengan tokoh muda Nahdlatul Ulama, Raden Agus Choliq (ACH), itu kerap menjadi sasaran curhat.

Saat berdialog dengan ibu-ibu Nologaten, DWS juga mendengarkan keluh kesah mereka. Di Nologaten, kelompok ibu-ibu mengorganisasi usaha katering dan pembuatan kerajinan batik. Sebelum pandemi Covid-19, usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang mereka geluti sedikitnya menghasilkan omset Rp 20 juta dari katering dan Rp 15 juta dari penjualan hasil kerajinan batik.

Wahyu Hanani, istri Dukuh Nologaten Sulistyo Eko Narmono, mengatakan, sejak pandemi pendapatan mereka turun hingga 50 persen. Sebab, banyak klien yang menunda atau membatalkan hajatan.

Sedangkan sektor pariwisata di DIJ juga sedang surut. Akibatnya, pesanan snack dan nasi kotak untuk acara wisata juga menurun. “Penurunan omset batik malah lebih drastis. Kini hanya bisa dapat Rp 5 juta per bulan,” ungkapnya.

UMKM memang menjadi salah satu prioritas program kerja pasangan DWS-ACH jika terpilih sebagai bupati-wakil bupati Sleman pada Pilkada 2020.

Kemudahan akses permodalan dan investasi UMKM menjadi gagasan utama. Juga pembeedayaan ekonomi berbasis BUMDes. “Saya sangat paham dengan dampak pandemi Covid-19 ini,” tuturnya.

DWS pun mendorong masyarakat tidak patah arang. Tetap semangat untuk bangkit dari dampak pandemi ini. Sambil mencari solusi bersama agar kondisi ekonomi Sleman bisa kembali membaik. ” Yang penting tetap jaga protokol kesehatan. Bantu pemerintah agar pandemi segera berlalu, dan kita dapat hidup normal lagi,” katanya di sela melepaskan bibit ikan di fasilitas irigasi yang disekat untuk kolam budidaya. “Sementara saya baru bantu bibit ikan ini saja. Semoga bermanfaat,” sambungnya.(*/ist)

Sleman