RADAR JOGJA – Upaya tracing terhadap tiga pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Sleman semakin intensif. Diketahui bahwa puluhan santri terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di ketiga ponpes tersebut. Tepatnya dua ponpes di Kecamatan Ngaglik dan satu ponpes di Kecamatan Prambanan.

Catatan awal terdapat 47 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Selang satu hari bertambah satu kasus dan terbaru 14 kasus, Kamis (1/10). Tracing dengan swab langsung dilakukan kepada kontak erat. 

“Dinkes Sleman melakukan tracing pada 295 santri dari tiga pondok pesantren. Detilnya sebanyak 240 santri menjadi sasaran tracing di dua ponpes  di Ngaglik dan 55 lainnya di ponpes Prambanan,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo, Jumat (2/10).

Berdasarkan laporan terbaru ada dua ponpes di Kecamatan Ngaglik. Untuk ponpes dengan kapasitas santri besar dilakukan 225 tracing. Seluruhnya adalah santri ponpes. Sementara satu ponpes lainnya dilakukan tracing kepada 15 kontak erat. Untuk ponpes di Prambanan sebanyak 55 kontak erat.

Terkait hasil 14 kasus terbaru, berasal dari Ponpes besar. Sehingga total kasus di ponpes tersebut mencapai 55 kasus. Upaya tracing terhadap temuan kasus ini masih berlangsung.

“Senin kemarin (28/9) kami lakukan swab kepada 100 orang kontak erat dan hasilnya baru 14 positif. Ini juga masih menunggu hasil dari laboratorium,” katanya.

Mantan Direktur Utama RSUD Sleman ini mengapresiasi para pengurus ponpes. Terutama dalam bidang penanganan kasus Covid-19 di asrama ponpes. Setidaknya langkah ini dapat meminimalisir persebaran Covid-19.

Di satu sisi kendala justru ditemukan pasca uji swab. Seluruh sampel harus mengantre di laboratorium penguji specimen Covid-19. Setidaknya membutuhkan waktu tiga hingga empat hingga hasil keluar.

“Pondok pesantren sangat kooperatif, bahkan mereka inisiatif untuk memisahkan santri yang sakit. Kalau kecepatan keluarnya hasil laboratorium memang sangat tergantung pada lab pemeriksanya,” ujarnya. (dwi/tif)

Sleman