RADAR JOGJA – Pasca penangkapan terduga teroris di Gunungkidul, Densus 88 Anti-teror Mabes Polri kembali melakukan pergerakan. Kali ini seorang warga Dusun Cepor, Sendangtirto Berbah diamankan. Pria berinisial bernama Budi Yahya (BY) berusia 32 tahun ini ditangkap di depan Rumah Sakit Dharma Sendangtirto Berbah, Rabu sore (30/9). Tindaklanjut dari penangkapan ini adalah penggeledahan rumah terduga teroris di Perumahan Tirta Buana Blok F.

“Penangkapan di depan rumah sakit Dharma sendangtirto berbah, kemarin sore (30/9). Tadi penggeledahan rumah untuk ambil barang bukti. Tadi dari jam 09.30 sekitar dua jam geledahnya,” jelas Dukuh Cepot Daroji, Kamis (1/9).

Dari penggeledahan ini ada sejumlah barang bukti yang diamankan. Di antaranya tiga buah flashdisk, dua unit CPU, buku-buku keagamaan, buku tabungan, STNK dan KTP. Daroji diminta menjadi saksi selama penggeledahan berlangsung.

Selama penggeledahan berlangsung seluruh akses jalan ditutup. Penjagaan dilakukan oleh polisi berseragam dari Sabhara. Sementara penggeledahan dilakukan langsung oleh personel Densus 88 Anti-teror Mabes Polri.

“Tadi banyak anggota (Polisi) yang berjaga. Istrinya lagi ngajar dipanggil pulang. Anak sementara dialihkan dari rumah dulu agar tidak trauma,” katanya.

Daroji sempat membeberkan keseharian terduga teroris BY. Sosok ini dikenal tidak memiliki kehidupan sosial yang bagus. Kesehariannya hanya dihabiskan di dalam rumah. Komunikasi dengan tetangga hanya sekadarnya.

Sedangkan istri BY, RWP diketahui berprofesi sebagai tenaga pengajar di salah satu perguruan tinggi di Sitimulyo, Bantul. Terduga BY diketahui asal Sragen tapi lahir di Grobogan Jawa Tengah. Keduanya baru menghuni perumahan tersebut sekitar satu tahun.

“Di rumah terus jarang interaksi, kalau belanja ya sekadar belanja. Profesi (BY) tertulisnya karyawan swasta. Istri mengajar soalnya dosen kampus di Sitimulyo. Kalau istri dan anaknya tidak dibawa (Densus 88) tadi ada di rumah,” ujarnya.

Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto membenarkan adanya pergerakan tim Densus 88 Anti-teror Mabes Polri. Hanya saja pihaknya hanya sebatas melakukan pengamanan perimeter. Sementara seluruh tugas penangkapan dan penggeledahan dilakukan oleh Densus 88.

“Polres hanya sebagai membantu keamanan perimeter saja. Terkait detil langsung Densus Mabes saja. Tadi kami sebagai perimiter pengaman rekan rekan densus jadi tidak bisa berikan keterangan,” katanya. (dwi/tif)

Sleman