RADAR JOGJA – Suryana rela tanahnya seluas 399 meter persegi terdampak pembangunan tol Jogja-Bawen, akan dibeli oleh pemerintah. Hanya dia mengaku masih berat jika harus hidup berjauhan dengan tetangganya selama ini.

Rumah dan pekarangan milik warga RT 04 Sanggrahan, Tirtoadi, Mlati, itu harus tergusur karena termasuk jalur tol. Tidak ingin jauh dari tetangganya saat ini, Suryana bersama warga lainnya berencana untuk memanfaatkan lahan pertanian. Untuk dialihkan sebagai pemukiman warga. “Jadi akan pindah ke lahan pertanian agar bisa tetap kumpul dengan warga setempat,” jelas Suryana Selasa (29/9).

Hanya saja, tambah Suryana, masih ada kendala jika nantinya warga Sanggrahan pindah ke lokasi pertanian. Yakni masih belum adanya akses jalan. Karena itu, pihaknya berharap pemerintah untuk bisa membuatkan jalan agar bisa dilalui saat pemukiman sudah dibangun. Namun sampai saat ini belum ada solusinya. “Tolong warga yang terdampak juga diperhatikan. Karena hanya punya lahan pertanian, ya pindahnya kesana,” ungkap Suryana.

Suryana yang kesehariannya berprofesi sebagai tukang, mengaku selama ini lahan pertanian miliknya dibiarkan saja. Tidak digunakan sebagai lahan produktif.

Sementara itu, Lurah Tirtoadi Sabari mengaku, pihaknya belum bisa memastikan pembangunan akses jalan yang diminta warga. Sebab perlu adanya kesepakatan antar warga di sekitar lahan pertanian yang akan dibangun jalan.

Sabari membenarkan, jika ada tiga RT yang terdampak pembangunan tol di Sanggrahan. Yang mana mayoritas adalah pemukiman warga. “Dua RT nanti bedol desa,” kata Sabari.

Terkait dengan jumlah kepala keluarga di Sanggrahan yang terdampak tol, Sabari masih belum bisa memastikan jumlahnya. Hanya saja, untuk total bidang tanah terdampak di Tirtoadi berjumlah 277 bidang. “Dengan sekitar 240 kepala keluarga yang diundang dalam konsultasi publik,” tambahnya. (eno/pra)

Sleman