RADAR JOGJA – Pohon tumbang menimpa bangunan taman kanak-kanak (TK) Among Siwi, Banyuraden, Gamping Senin (28/9). Tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Makwan menjelaskan pohon tumbang dikarenakan akarnya yang rapuh. Pohon milik pemerintah Kalurahan Banyuraden menimpa ruang kelas B1 TK Among Siwi. Pohon berjenis beringin dengan diamter 2,5 meter berlokasi di Dukuh Patran RT01/01

Dari kejadian tersebut, mengakibatkan dinding retak, lima lembar atap galvalum berukuran 6 meter, 2 usuk, 5 reng dan 50 buah genting rusak. “Setelah kejadjan, tim kami memotong dan membersihkan pohon yang tumbang,” jelas Makwan Senin (28/9).

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, Dwi Anta Sudibya menuturkan, penanganan pohon tumbang tidak sepenuhnya kewajiban DLH. Sebelum menangani pohon tumbang, pihaknya harus mengetahui terlebih dahulu lokasi pohon berada. Bisa ditangani DLH, jika pohon berada di sepanjang jalan kabupaten, provinsi dan jalan nasional. “Kalau di desa, permukiman bukan menjadi kewenangan kami,” ungkap Dwi.

Meskipun demikian, tambah Dwi, pihaknya terus memprioritaskan inventarisasi dan penanganan pohon tumbang. Khususnya pohon rawan tumbang yang bisa terjadi akibat angin kencang. “Kami juga fokus di pusat kota, selain untuk keamanan tapi juga keindahan,” tambahnya.

Saat ini, DLH juga memiliki jadwal rutin pemeliharaan pohon-pohon milik pemerintah kabupaten (Pemkab). Sehingga diperkirakan jumlah pohon yang diperkirakan sudah lapuk makin sedikit. Masih memiliki dua alat skylift, tahun 2021 DLH juga telah mengajukan satu alat tambahan. “Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan penanganan yang berasal dari aduan masyarakat dan perawatan pohon milik Pemkab,” ungkapnya. (eno/bah)

Sleman