RADAR JOGJA – Pandemi Covid-19 sudah menginfeksi banyak masyarakat dari berbagai kalangan. Termasuk, tenaga kesehatan (nakes) dan karyawan kesehatan (karkes) di Sleman. Sudah lebih dari 200 nakes dan karkes yang terinfeksi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo menyebutkan, karena hal tersebut pihaknya akan mengupayakan seluruh nakes dan karkes di fasilitas kesehatan (faskes) yang di bawah Pemkab untuk memakai APD lengkap.

”Akan kami upayakan mulai 1 Oktober mendatang. Banyak nakes dan karkes yang tidak pakai APD secara lengkap karena tidak secara langsung menangani pasien terkonfirmasi positif Covid-19,” katanya.

Bukan hanya dokter ataupun perawat, petugas kebersihan dan bagian adminitasi juga akan diupayakan untuk memakai APD lengkap. Sebab, meskipun mereka tidak menangani pasien Covid-19 secara langsung, mereka sangat berisiko untuk terpapar dari pasien tanpa gejala yang datang ke faskes tempat mereka bekerja.

Seperti diketahui, pasien tanpa gejala (OTG) di Sleman mencapai sekitar 86,5 persen. ”Sehingga, perlu diwaspadai,” tegasnya.

Untuk mengupayakan hal itu, Joko juga telah menganggarkan dana untuk menambah APD, yakni berupa hamzat, face shield, masker, dan sebagainya untuk nakes dan karkes di APBDP Sleman 2020 sebanyak Rp 2,2 Miliar.

Dia berharap, dengan adanya penggunaan APD secara lengkap bagi para nakes dan karkes tersebut dapat menekan persebaran Covid-19 di lingkungan faskes. Sehingga, kasus positif Covid-19 nakes dan karkes tidak bertambah.

Sementara, Kepala Puskesmas Mlati II Sleman Veronika Evita Setianingrum mengatakan saat ini seluruh nakes dan karkes yang ada di Puskesmas Mlati II sudah menggunakan APD, termasuk para cleaning servis. “Sudah, tetapi ada level sesuai Permenkes,” katanya, Senin (28/9). (cr1/bah)

Sleman