RADAR JOGJA – Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) benar-benar menguras anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman. Terbaru adalah alokasi anggaran sebesar Rp 154 miliar. Besaran anggaran ini sebagai penanganan kasus Covid-19 hingga akhir Desember 2020.

Kasie Perencanaan Anggaran Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman Ibnu Pujarta menjelaskan detil pos anggaran. Setidaknya ada tiga sektor yang mendapat kucuran anggaran.  Pertama adalah penanganan kesehatan, lalu sektor sosial masyarakat dan ketiga sektor pemulihan ekonomi.

“Ini karena anggaran untuk Covid-19 sangat dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu. Dari total itu, sektor kesehatan sebesar Rp 63,5 miliar, lalu sektor sosial Rp 54,9 miliar dan untuk bantuan sosial tunai (BST) Rp 37 miliar,” jelasnya ditemui di Kantor BKAD Sleman, Senin (28/9).

Sektor kesehatan mendapat alokasi tertinggi karena hampir tersebar di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Sehingga pemanfaatan tak hanya terfokus di Dinas Kesehatan.

Dia mencontohkan alokasi dana kesehatan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman. Anggaran digunakan untuk pengoptimalan protokol Covid-19 di lingkungan pasar. Berupa pembangunan wastafel dan disinfeksi rutin.

“Seperti di Dinas Pariwisata itu juga ada. Anggaran ini untuk suntikan bantuan desa wisata. Karena kuncinya memang membangun protokol Covid-19,” katanya.

Tak hanya kebutuhan OPD, anggaran kesehatan juga teralokasi pembelian alat kesehatan. Di antaranya cairan disinfektan, thermogun, hand sanitizer hingga alat pelindung diri (APD). Kebutuhan terakhir dialokasikan khusus bagi karyawan kesehatan.

“Untuk alat kesehatan dan obat-obatan itu paling tidak Rp. 15 Miliar, Hampir 25 persen dari anggaran memang untuk kesehatan,” ujarnya.

Anggaran penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman, lanjutnya, adalah hasil refokusing anggaran setiap OPD. Kebijakan ini merupakan arahan dari pemerintah pusat. Berupa penyesuaian pendapatan dan belanja.

Dampak Covid-19 juga berimbas keras pada pendapatan daerah. Prediksi awal, pendapatan Kabupaten Sleman turun hingga Rp 500 miliar. Pasca penghitungan penurunan hanya sekitar Rp 300 miliar.

“Dari refokusing ini, biaya tak terduga dari Rp 4 miliar bisa bertambah Rp 18,3 miliar. Anggaran belanja kami tekan dan bisa berkurang sekitar 15 persen. Tapi sektor pendapatan juga terhantam, tetapi sekarang perlahan sudah mulai naik lagi,” katanya. (dwi/tif)

Sleman