RADAR JOGJA – Akumulasi kasus terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Sleman telah menyentuh lebih dari 1.000 kasus. Berdasarkan catatan Satgas Covid-19 Pemprov DIJ, Sleman hari ini (25/9) terjadi penambahan 31 kasus. Sementara total penambahan kasus di provinsi mencapai 61 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengungkapkan lonjakan kasus masih tergolong wajar. Ini karena pihaknya getol melakukan pemetaan tracing kasus. Sehingga dapat menemukan pasien kontak erat dari setiap kasus yang muncul.

“Sebagian asimptomatik atau tanpa gejala sampai lebih dari 85 persen. Tren beberapa Minggu ini dihitung angka reproduksi produktif masih diatas 1,” jelasnya ditemui di Kantor Setda Pemkab Sleman, Jumat (25/9).

Angka reproduksi produktif di Sleman, lanjutnya, sudah lebih baik. Beberapa pekan kebelakang indeks ini sempat menyentuh angka 2. Artinya satu pasien Covid-19 berpotensi menularkan kepada dua orang.

“Bagusnya itu kurang dari 1, artinya 1 orang akan menulari kurang dari 1 orang,” katanya.

Dinkes Sleman memiliki kebijakan tersendiri terkait isolasi mandiri pasien asimptomatik. Pihaknya tak mengijinkan warga untuk menjalani isolasi mandiri. Kebijakan ini terkait masih tingginya angka penularan di tingkat keluarga.

Setiap pasien asimptomatik akan menjalani isolasi di Asrama Haji. Joko menjamin perawatan di shelter jauh lebih baik. Ini karena tindakan medis lebih terjamin daripada di rumah.

“Revisi (Permenkes) memang boleh tapi kami prinsipnya tidak boleh. Tapi kalau meyakinkan atas assessment Puskesmas ya kami ijinkan.  Selama ada yang bertanggungjawab untuk memonitor dan lapor harian,” tegasnya.

Mantan Direktur Utama RSUD Sleman ini juga menjabarkan kasus karyawan kesehatan. Diketahui bahwa ada 205 karyawan kesehatan terkonfirmasi positif Covid-19. Sebanyak 137 diantaranya merupakan hasil pemetaan di lingkungan pusat pelayanan kesehatan di setiap kecamatan. 

Ratio kasus karyawan kesehatan tergolong tinggi. Ini karena upaya tracing terhadap kontak erat tergolong agresif. Hingga akhirnya bisa terlacak kontak erat dari setiap kasus Covid-19.

“Hari ini kami ada catatan 30 pasien sembuh dan sebagian diantaranya karyawan kesehatan yang kemarin positif. Boleh aktivitas medis setelah 14 hari isolasi dan tentu tak ada gejala,” ujarnya.

Satgas Covid-19 Pemprov DIJ juga melaporkan adanya 61 kasus baru. Tercatat sebagai kasus 2403 hingga 2463. Sementara untuk akumulasi kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 2458 kasus.

Distribusi kasus berdasarkan domisili didominasi Sleman dengan 31 kasus. Selanjutnya Kabupaten Bantul dengan 19 kasus, Kota Jogja denha. 8 kasus, Kabupaten Kulonprogo dengan 2 kasus dan Gunungkidul dengan 1 kasus. 

“Untuk catatan akumulasi pasien sembuh sebanyak 1.677 kasus. Kalau kapasitas tempat tidur kritikal masih 20 unit dan non kritikal masih 196 unit,” katanya. (dwi/tif)

Sleman