RADAR JOGJA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menghentikan tracing klaster Pasar Cebongan. Dari hasil tracing hingga Sabtu (19/9), sebanyak 26 dinyatakan positif Covid-19.

Kepala Dinkes Sleman, Joko Hastaryo menjelaskan, tracing dirasa cukup dan tidak perlu dilakukan lagi karena sejak 19 September, tidak lagi ditemukan kasus baru. Orang yang melakukan kontak dengan positif Covid-19, telah melakukan rapid test dan memiliki hasil non reaktif. “Sudah cukup karena tidak ada kasus baru,” jelas Joko kemarin (23/9).

Joko menambahkan, sejak kasus positif pertama ditemukan di Pasar Cebongan pada 7 September, total ada 26 kasus positif yang ditemukan. Dari jumlah tersebut, 13 orang adalah pedagang, sedangkan 13 lainnya merupakan keluarga dari pedagang. ”Sampai kemarin sore sudah tidak ada penambahan. Baik pedagang maupun keluarga sudah tidak ada penambahan,” tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi, tambah Joko, Dinkes juga berencana melakukan skrining di pasar lainnya. Dalam hal ini, pihaknya juga sedang melakukan koordinasi dengan  pihak terkait. Meskipun demikian, waktu skrining masih belum bisa dipastkkan. “Karena kami masih melakukan tracing lain,” ungkapnya.

Tracing lainnya yang dilakukan sejak Agustus, kepada tenaga dan karyawan kesehatan. Total ada 137 orang yang positif Covid-19. Tracing tersebut, dilakukan di seluruh fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas hingga rumah sakit di seluruh Sleman. “Jadi seluruhnya itu bukan hanya tenaga medis, namun juga tenaga kesehatan dan karyawan kesehatan. Jika total keseluruhan dari awal pandemi hingga sekarang, ada total 205 tenaga dan karyawan kesehatan yang dinyatakan positif,” ungkap Joko.

Menurut Joko, kasus positif, didominasi tenaga dan karyawan kesehatan yang tidak langsung menangani kasus korona. Hal ini diduga tenaga dan karyawan kesehatan langsung bersinggungan dengan orang positif Covid-19 tanpa mengenakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap. “Misalnya orang di bagian adminiatrasi atau dokter serta tenaga medis yang ada di poli non Covid-19,” tambah Joko.

Untuk saat ini, Joko mengaku, sudah ada kasus positif aktif sampai Senin (21/9) sebanyak 348 orang. 86,5 persen dari total teraebut adalah pasien asimptomatik. (eno/bah)

Sleman