RADAR JOGJA – KPU Sleman menyatakan Pilkada Kabupaten Sleman diikuti oleh tiga pasangan calon. Ketiga bakal pasangan calon yang sebelumnya mendaftar dipastikan sah. Di antaranya pasangan Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa, Sri Muslimatun-Amin Purnama dan Danang Wicakasana Sulistya-Agus Choliq.

Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan KPU Sleman Nomor 54/HK.03.1-Kpt/3404/KPU-Kab/IX/2020. Surat tertanggal 23 September 2020 ini menyatakan ketiga bakal pasangan calon telah memenuhi segala persyaratan. Sehingga telah ditetapkan sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman.

“Kelima anggota (KPU Sleman) dalam kondisi sehat dan telah melakukan rapat pleno. Sepakat bulat ketiganya telah memenuhi syarat yang ditetapkan sebagai pasangan calon, sudah lengkap dan sah. SK sudah kami sampaikan ke ketua Paslon,” jelas Ketua KPU Sleman Trapsi Hidayat, ditemui di Kantor KPU Sleman, Rabu (23/9).

Trapsi juga memastikan kondisi kesehatan ketiga pasangan calon sehat. Acuannya adalah hasil general check up milik RSUP Sardjito. Ketiga pasangan calon dinyatakan sehat secara jasmani dan rohani.

“Juga bebas dari penyalahgunaan narkotika. Sehingga dari sisi ini (kesehatan) juga telah memenuhi syarat,” katanya.

Tahapan selanjutnya adalah pengundian nomor urut pasangan calon. Rencananya akan digelar besok pagi (24/9) di Gedung Serbaguna Kabupaten Sleman. Dalam tahapan ini jumlah peserta dibatasi. Sebagai syarat penerapan protokol Covid-19.

Setiap pasangan calon dan tim juga akan mengikuti deklarasi kampanye damai. Termasuk didalamnya menegakan protokol kesehatan Covid-19. KPU Sleman juga meminta setiap Paslon dan tim mendaftarkan sosial media resmi media kampanye.

“Daftarkan medsos ke kami (KPU Sleman) tapi yang memantau dari Bawaslu Sleman,” katanya.

Trapsi meminta setiap pasangan calon dan tim sukses mematuhi imbauan yang berlaku. Kedatangan dibatasi diantaranya masing-masing pasangan calon. Adapula 2 orang perwakilan partai politik, 1 orang liaison officer (LO) dan 2 orang tim kampanye.

“Terkait massa sudah sampaikan dalam rakor dan Forkompinda diimbau tidak membawa pendukung agar tidak menjadi kerumunan massa. Kami juga mengimbau agar partai politik tidak bawa pendukung agar protokol kesehatan bisa berjalan,” ujarnya.

Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Sleman Noor Aan Muhlishoh berharap seluruh kontestan Pilbup Sleman patuh regulasi. Terlebih aturan ini telah ditetapkan dalam PKPU. Artinya aturan baku ini berlaku untuk semua orang dan wajib mempedomani.

Kepatuhan tak sekadar regulasi dalam pelaksanaan pemilu. Jauh lebih penting adalah penerapan protokol Covid-19. Ini karena pelaksanaan Pilkada masih dalam masa pandemi Covid-19.

“Kami sampaikan ke Paslon untuk hadir yang sesuai diundang saja. Lalu diluar ikut aturan berlaku dari Pemda dan Polisi, tidak boleh ada kerumunan. Kalaupun ada nanti penindakan oleh polisi,” tegasnya. (dwi/tif)

Sleman