RADAR JOGJA – Penambahan bidang tanah terdampak tol Jogja-Bawen tak hanya di kawasan Banyurejo, Tempel. Kondisi serupa juga terjadi di tiga padukuhan di Margodadi, Seyegan. Yakni padukuhan Kadipiro, Mranggen dan Druju. Setidaknya, ada 90 pemilik tanah di tiga padukuhan tersebut yang terdampak.

Lurah Margodadi Subandi menjelaskan, angka tersebut mengalami penambahan dibandingkan pada saat sosialisasi sebelumnya. Yang hanya terdapat 76 pemilik tanah. Meskipun ada penambahan data pemilik tanah, hanya saja bidang tanah masih tetap sama seperti sebelumnya. “Secara by name, ada 76 yang terdampak, tapi realisasinya ada 90, ada penambahan. Peta pertama, kedua dan ketiga lain semua, hanya saja jumlah bidang tetap,” jelas Subandi usai konsultasi publik Senin (21/9).

Menurut dia, dipastikan rela tanah milik masyarakat digunakan untuk pembangunan tol. “Untuk kerelaan, rela semua,” kata Subandi. Saat ini pihaknya sudah menyampaikan semua kebutuhan pembiayaan kepada pemerintah DIJ. Dan diperkirakan pembayaran ganti untung akan dilakukan pada Juli 2021. “Kebetulan banyak tanah produktif yang terdampak, rumah warga sedikit,” tambahnya.

Untuk tanah terdampak, tambah Subandi, sebanyak 90 persen sudah berstatus surat hak milik (SHM). Sedangkan sisanya, masih berstatus Letter C dan sedang dalam tahap turun waris. Selain itu, Subandi mengklaim, di antara warganya tidak ada yanh bersengketa terkait turun waris.

Sementara itu, Kepala Kundha Niti Mandala sarta Tata Sasana atau Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Sleman, Sugandi menuturkan, jumlah bidang terdampak tol Jogja-Bawen di wilayah Sleman mencapai 915 bidang. Hanya saja saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan terkait bidang terdampak tol yang berstatus tanah kas desa. (eno/pra)

Sleman