RADAR JOGJA – Pelaksanaan pilkades di Sleman tahun ini akan diwarnai persaingan antar anggota keluarga. Ada suami yang akan bersaing dengan istrinya. Ada pula anak yang akan melawan ayahnya. Kenapa hal itu bisa terjadi?

SEVTIA EKA NOVARITA, SLEMAN, Radar Jogja

Bukan karena hendak melawan suaminya, hingga Supriyati memutuskan untuk maju sebagai calon Kepala Desa atau Lurah di Margoluwih, Seyegan, Sleman dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sleman nanti. Justru itu karena perintah suaminya, Sunaryo.

Itu karena di Kalurahan Margoluwih sebelumnya hanya memiliki satu calon Lurah. Yaitu Sunaryo. Hingga batas akhir pendaftaran tidak ada yang mencalonkan diri sebagai calon Lurah selain dirinya. “Dengan terpaksa saya mengajak istri saya untuk maju, dan dia berminat,” kata Sunaryo kemarin (16/9).

Sang istri mengaku tidak ada permasalahan keluarga terkait pencalonan yang nanti akan melawan suaminya. Sebelumnya, pembicaraan dengan keluarga besar sudah dilakukan. Terkait tidak adanya calon lain dan mengharuskan Supriyati untuk maju mencalonkan diri. “Keluarga mendukung, anak-anak juga mendukung,” ungkap Supriyati.

Begitu pula Sunaryo. Meski menjadi rival dalam Pilkades, dia mengaku tetap memisahkan antara urusan pribadi dengan pencalonan. “Begitu pula dengan istri saya, kalau di rumah terap biasa menjadi suami-istri,” tambahnya.

Meskipun melawan istrinya, Sunaryo mengaku tetap akan serius. Bahkan sudah menyiapkan tim sukses. Mereka diminta untuk maramu jurus tersendiri agar bisa mengalahkan istrinya sendiri nantinya.

Berbeda halnya di Kepuharjo, Cangkringan, petahana Heri Suprapto akan kembali mencalonkan diri. Nantinya, Heri akan bersaing melawan anaknya yakni Amino Fajar Nugroho. Heri menjelaskan, jika persaingan keduanya mengalir begitu saja. Dirinya pun pasrah jika nantinya masyarakat akan menjatuhkan pilihan pada dirinya maupun anaknya. “Ngeli mawon (mengalir saja) terserah masyarakat,” jelas Heri.

Sementara itu, Amino menuturkan, jika keinginannya maju dalam kontestasi adalah karena dorongan dari teman-teman Karang Taruna. Yang mana Amino adalah anggota Karang Taruna. Keinginan untuk mencalonkan diri. Permintaan itu juga telah disetujui oleh sang Ayah yang kini menjadi lawannya.

Meskipun demikian, Amino mengaku tidak memiliki strategi khusus. Hanya saja, lebih memberikan pilihan kepada warga bahwa ada calon dari kalangan anak muda. “Karena saya rasa tantangan ke depan tentunya berbeda dengan lima tahun yang lalu,” ungkap Amino.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Sleman, Budiharjo mengungkapkan, setidaknya ada lima kalurahan di Kabupaten Sleman yang calonnya memiliki memiliki hubungan keluarga. Selain Margoluwih dan Kepuharjo, di Kalurahan Sumberejo, Tempel, Ika Puji Astuti akan bersaing dengan sang suami, Andjar Purwanto.  Di Kalurahan Sumberagung, Moyudan, Duldjiman akan bersaing dengan putrinya Agustin Dwiaryani.

Ada pula di Kalurahan Sidoagung, Godean yang mana Titis Sukatni dan Edy Utomo merupakan kakak-beradik akan bersaing. “Mereka semua sudah lolos persyaratan dan telah ditetapkan sebagai bakal calon Lurah,” tuturnya.

Pilkades Sleman, nantinya akan berlangsung secara serentak di 49 kalurahan. Dilakukan secara e-voting. Dengan total 1.102 TPS yang telah dipersiapkan. (pra)

Sleman