RADAR JOGJA – Hingga Jumat malam (17/9) belum jelas informasi kedatangan jenazah Rinaldi Harley Wismanu, 32. Hingga kini jenazah korban mutilasi ini masih berada di Jakarta dan masih dilakukan serangkaian pemeriksaan forensik dan tes DNA.

Sepupu korban, Sadana Nienpuna, memastikan keluarga tetap menunggu hasil pemeriksaan. Hasil dari tes DNA ini sendiri dijanjikan keluar Jumat pagi (18/9). Artinya pemberangkatan jenazah juga berlangsung pada hari yang sama.

“Informasi terakhir sedang tes DNA. Kemungkinan baru besok pagi (18/9) akan diketahui situasinya. Besok pagi itu saja masih kemungkinan. Terakhir kabar dari (saudara) di Jakarta seperti itu,” jelasnya ditemui di rumah duka, Nologaten Caturtunggal Depok Sleman, Kamis malam (17/9).

Dua anggota keluarga tengah menunggu hasil pemeriksaan forensik. Tepatnya adik kandung korban dan adik sepupu. Sementara ayah dari korban sedang dalam perjalanan pulang ke Jogjakarta. 

Pemakaman jenazah korban dipastikan secepatnya. Setidaknya menunggu jadwal pemberangkatan jenazah dari Jakarta. Sosok Rinaldi sendiri akan dimakamkan di Makan Sasonoloyo Dusun Nologaten.

“Kalau lokasi pemakaman di timur rumah, dekat karena disana makam trah keluarga. Malam ini tidak ada tahlilan karena ikut protokol Covid,” katanya.

Sosok Rinaldi dikenal sebagai anak yang sangat bertanggung jawab. Sulung empat bersaudara ini merupakan tulang punggung bagi keluarganya. Bahkan biaya pendidikan ketiga adiknya juga menjadi tanggungannya.

Dilingkungan rumah, alhamarhum akrab dipanggil Harley. Sosok ini dikenal supel dan ramah kepada semua orang. Keluarga hingga kini tak menyangka kepergian Harley begitu cepat dan tak terduga.

“Orangnya baik, supel, ramah dan yang jelas tanggungjawab tinggi. Tulang punggung keluarga, adiknya disekolahin  juga. Dia punya 3 adik, dia sulung empat bersaudara,” ujarnya.

Keluarga berharap penyidikan atas kasus ini tuntas. Apapun alasannya, menurutnya, pelaku wajib diganjar hukum yang setimpal. Terlebih aksi pelaku tergolong keji dan tak beradab.

“Pelaku dihukum setimpal seperti undang-undang yang berlaku. Tetap hukum ditegakan karena keluarga sangat kehilangan sosok mas Harley,” tegasnya. (dwi/tif)

Sleman