RADAR JOGJA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman menetapkan 794.839 warga masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilkada Bupati Sleman 2020. Rekapitulasi data ini telah dilakukan Jumat lalu (11/9). Seluruhnya dipastikan memiliki hak pilih dalam pilkada. Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi menjelaskan detil data DPS. Sebanyak 385.940 adalah DPS laki-laki. Sisanya atau 408.899 merupakan DPS perempuan.

“Ada 794.839 warga Kabupaten Sleman yang memiliki hak pilih dalam kontestasi 9 Desember mendatang. DPS sudah ditetapkan dalam rapat pleno terbuka. Sudah ditetapkan 11 September kemarin” jelasnya, Kamis (17/9).

Ratusan ribu DPS tersebut tersebar di 17 kapanewon atau kecamatan. Terbagi dalam 86 desa di seluruh Kabupeten Sleman. Ada pula data Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 2.124 titik.
Berdasarkan data KPU Sleman, Kapanewon Depok memiliki TPS terbanyak. Setidaknya ada 240 TPS yang tersebar di 3 desa. Sementara untuk jumlah DPS mencapai 88.521 pemilih.

“DPS di Depok paling banyak. Tentu berimbas pada jumlah TPS. Paling banyak dibanding kapanewon lainnya,” katanya.

Hasil rekapitulasi DPD akan disampaikan ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) melalui Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sebelum memasuki tahapan ini ada pengumuman kepada warga.

“Selanjutnya hasil rekapitulasi DPD akan diumumkan di papan pengumuman kalurahan,” ujarnya.

Kebijakan ini untuk memvalidasi DPS kepada warga. Dalam tahapan ini juga terbuka masukan dari warga khususnya pemilih. Sebab menurutnya masukan dari masyarakat penting.

Batas waktu klaim perbaikan data berlangsung dari 19 hingga 28 September. Setelahnya akan ada perbaikan data dalam rapat pleno berjenjang.

“Hingga akhirnya ditetapkan menjadi DPT. Kalau ada pemilih yang sudah meninggal atau belum masuk DPS bisa sampaikan ke PPS,” katanya. (dwi/tif)

Sleman