RADAR JOGJA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sleman bersama Pusat Studi Halalan Toyiban Research and Education (Hatren) Univeristas Islam Indonesia (UII) meneliti ratusan sampel jajanan dari sejumlah sekolah di Kabupaten Sleman. Di antaranya makanan yang mengandung daging seperti bakso, soto, dan tempura.

Ketua Pusat Studi Hatren Sani Rachman menyebutkan sudah 182 sampel jajanan sekolah diperiksa di laboratoriumnya. 

“Dari hasil pemeriksaan 182 sampel yang kita periksa, dari aspek halal insyallah sudah halal semua. Kami tidak menemukan kontak dengan kontaminasi babi yang dijual di lingkungan sekolah,” jelasnya di Kantor Bappeda Sleman, Sabtu (12/9). 

Kendati demikian, lanjut Sani, aspek thoyib dari jajanan teraebut masih perlu diperhatikan. Misalnya kebersihan penjual maupun pembuatnha, penyajian makanannya, cara memasaknya, dan kebersihan lingkungannya.

“Kami ke depan akan terus melakukan pemantauan dan pendekatan kepada penjaja makanan di sekolah-sekolah,” imbuhnya.

Sekretaris MUI Sleman Arif Mahfud menambahkan, pemeriksaan sampel jajanan makanan ini merupakan salah satu wujud perlindungan dan menjaga masyarakat agar mengonsumsi produk-produk halal, termasuk di lingkungan sekolah.

“Kami akan terus melakukan edukasi, pendidikan, dan perlindungan masyarakat agar mengonsumsi makanan halal, terutama siswa sekolah,” tandasnya. (sky/tif)

Sleman