RADAR JOGJA – Hasil pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) terhadap 13 dosen dan mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) hasilnya dinyatakan negatif Covid-19. Meskipun demikian, dosen dan mahasiswa tetap diminta untuk melakukan isolasi mandiri.

Ketua Tim Gugus Covid-19 UPNVY Eko Teguh Paripurno menjelaskan, 13 orang yang telah melakukan tes PCR adalah mahasiswa berinisial AA yang sebelumnya dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 pada hasil pemeriksaan PCR yang ia lakukan dalam rangka persyaratan ke luar negeri. Enam dosen, dua tenaga kependidikan, dan empat mahasiswa yang dikategorikan kontak erat dengan AA. ”Kontak erat dan kontak singkat dengan dosen dan mahasiswa saat melakukan sidang tesis sebagai syarat kelulusan program magister,” jelas Eko kemarin.

Selain itu, rapid test juga dilakukan terhadap 16 mahasiswa lainnya yang memiliki kontak ringan dengan AA. Dari hasil tes, seluruhnya dinyatakan non reaktif. “Hasil tes swab pertama AA positif dan yang kedua negatif. Begitu pula dosen dan mahasiswa yang melakukan kontak erat dan kontak singkat, hasisnya negatif dan non reaktif.” tambahnya.

Meskipun dinyatakan negatif, tambah Eko, 29 orang tersebut harus tetap menjalani karantina mandiri sesuai dengan instruksi Rektor UPNVY. Instruksi tersebut diumumkan sebagai langkah cepat UPNVY dalam upaya pencegahan penularan dan penyebaran virus Covid-19 di lingkungan kampus.

Selain menginstruksikan karantina mandiri, Rektor UPNVY juga memerintahkan penutupan sementara salah satu fakultas. Untuk dilakukan sterilisasi dan seluruh aktivitas saat ini dilakukan secara daring. Meskipun demikian, hingga saat ini aktivitas di UPNVY baik di kampus 1 yang berlokasi di Condongcatur dan Kampus 2 di Babarsari masih berjalan normal. ”Dengan protokol pencegahan dan penularan Covid-19 terus dilakukan dan diperketat,” ungkapnya.

UPNVY, lanjut Eko, saat ini sedang mempersiapkan kebiasaan baru di lingkungan kampus. Beberapa aktivitas baik akademik dan pelayanan mahasiswa sudah dilakukan secara luring (tatap muka) dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Sementara itu, Kasubbag Humas dan Kerjasama UPNVY, Markus Kusnardijanto menuturkan, untuk mengantisipasi hal serupa, mahasiswa yang akan melakukan ujian sidang, lebih baik membawa hasil rapid test maupun swab. “Tentunya untuk mengantisipasi dan menjaga aman semuanya, paling tidak tes rapid,” kata Markus.

Sementara untuk perkuliahan, Markus mengaku UPNVY akan terus melakukan kuliah secara daring. Terlebih, semester gasal baru akan dimulai pada 28 September mendatang. (eno/bah)

Sleman