RADAR JOGJA – Bumi sembada kembali mengalami lonjakan kasus terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Tercatat hari ini (10/9) ada 19 kasus baru yang muncul. Sementara akumulasi kasus sejak awal pandemi mencapai 627 kasus. Dengan catatan kasus aktif mencapai 138 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menuturkan ada beberapa hasil tracing dari kasus baru hari ini. Setidaknya ada lima tracing kasus yang terlacak. Didominasi tracing kontak sebanyak lima kasus.

“Detilnya, hasil screening nakes sebanyak 4 kasus, tracing kontak ada 5 kasus, traveler 3 kasus, hasil swab mandiri 3 kasus dan screening sebelum operasi 1 kasus. Sisanya masih dalam penelusuran,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (10/9).

Peningkatan kasus berimbas pada ketersediaan tempat tidur. Terutama bagi pasien yang memiliki gejala yang wajib menjalani rawat inap isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19. Berdasarkan data Satgas Covid-19 Pemkab Sleman, ketersediaan tempat tidur masih mencukupi. Ada 152 tempat tidur non kritikal dan 23 tempat tidur kritikal. Adapula 138 tempat tidur di Asrama Haji. Lokasi terakhir khusus merawat pasien Covid-19 asimptomatik.

“Saat ini yang isolasi di rumah sakit di Sleman ada 47 pasien. Ini diluar kuota RSUP Sardjito. Adapula beberapa warga Sleman yang isolasi di RSUP Sardjito maupun rumah sakit di luar Sleman tapi tidak sampai 20 pasien,” katanya.

Mantan Direktur Utama RSUD Sleman ini optimis ketersediaan tempat tidur mencukupi. Dengan catatan tak ada lonjakan kasus selama beberapa waktu kedepan. Angka kesembuhan turut berdampak pada ketersediaan rawat inap isolasi.

“Iya betul dengan catatan tidak terjadi ledakan yang luar biasa lagi. Sebagai gambaran saja, pasien yang sembuh sudah 475 pasien. Menyisakan 138 pasien aktif. Kalau dibandingkan angka tempat tidur masih mencukupi,” ujarnya.

Lonjakan signifikan terjadi di lingkup Jogjakarta. Satgas Covid-19 Pemprov DIJ mencatat adanya 50 kasus baru. Tercatat sebagai kasus 1651 hingga kasus 1700. Sehingga akumulasi kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jogjakarta mencapai 1695 kasus.

Distribusi kasus terjadi merata di seluruh kabupaten dan kota. Selain Sleman dengan 19 kasus adapula Bantul dengan 16 kasus. Menyusul kemudian Kota Jogja dengan 13 kasus. Untuk Kabupaten Kulonprogo dan Gunungkidul masing-masing 1 kasus.

“Kami juga melaporkan 30 pasien sembuh hari ini. Jadi akumulasi pasien sembuh sebanyak 1298 kasus. Kalau mortalitas tercatat 49 kasus,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Pemprov DIJ Berty Murtiningsih.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DIJ ini menjamin ketersediaan tempat tidur mencukupi. Data terbaru dadi 48 jumlah tempat tidur kritikal telah terpakai 22 unit. Lalu untuk 345 tempat tidur non ktirikal telah terpakai 220 unit.

“Untuk kritikal tersisa 26 unit atau tempat tidur. Kalau yang non kritikal tersisa 125 unit. Masih mencukupi, karena pasien ada yang menjalani isolasi mandiri di rumah atau fasilitas yang disediakan satgas Covid-19 wilayah,” ujarnya. (dwi/tif)

Sleman