RADAR JOGJA – Pasangan Suhirjo dan Ngatini, warga Dusun Jetak, Selomartani, Kalasan, Sleman hanya bisa mengandalkan bantuan orang lain untuk hidup. Tempat yang ditinggali mereka termasuk rumah tidak layak huni.

Anggota DPRD Kabupaten Sleman Raudi Akmal yang mendapat laporan dari masyarakat pun langsung mengeceknya langsung untuk mencarikan solusinya. Kaget. Itulah yang dirasakan Raudi Akmal begitu melihat kondisi rumah Suhirjo. Bersama isterinya Ngatini dan anaknya, Suhirjo selama ini tinggal di rumah semipermanen berukura¬† 5×6 meter. Masuk dalam rumah tidak layak huni (RTLH). Bahkan tidak memiliki kamar mandi. Juga sumur. “Untuk mandi atau buang air harus ke sungai,” kata Raudi saat mengecek kondisi rumah Suhirjo, Senin (7/9).

Raudi mengaku mendapat laporan dari masyarakat terkait kondisi keluarga Suhirjo yang memerlukan bantuan. Karena itu, bersama Camat Kalasan, Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Desa Selomartani serta Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Sleman, meninjau langsung kondisinya. “Ada laporan dari masyarakat tentang keluarga yang memerlukan bantuan,” ujarnya.

Hasilnya, putra pasangan Sri Purnomo dan Kustini Sri Purnomo itu juga menemui Ngatini yang selama dua bulan terakhir terbaring sakit. Selama itu pula dia belum diperiksakan ke puskesmas ataupun rumah sakit. Karena terkendala biaya. “Mereka ternyata juga belum terdaftar di BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Tak hanya itu, Raudi juga disambati tentang keluarga Suhirjo yang selama ini hanya mengandalkan bantuan pemerintah untuk hidup. Putera mereka belum bekerja. “Sang anak ternyata juga putus sekolah,” tuturnya.

Karena itu, politisi PAN itu pun langsung menghubungi koleganya di Dinas Sosial Sleman dan Dinas Kesehatan Sleman untuk penanganan selanjutnya. Supaya kondisi serupa tak terulang, dia berharap masyarakat serta instansi terkait di wilayah untuk melakukan pendataan.

Menurut dia, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. “Program-program pemerintah untuk masyarakat banyak, tapi kalau tidak terdata ya akan mubazir,” jelasnya. (*/naf/ila)

Sleman