RADAR JOGJA –  Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo meluruskan info yang beredar bahwa ada satu santri Pondok Pesantren (ponpes) di Ngaglik terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Faktanya santri tersebut berasal dari ponpes luar DIJ.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ pasien tersebut tercatat sebagai kasus 1441. Pasien ini berjenis kelamin perempuan dan berusia 12 tahun. Domisili pasien dari Sleman dan memiliki riwayat screening pendidikan.

“Bukan dari (ponpes) Sleman. Infonya santri dari ponpes diluar DIJ. Karena dipersyaratkan maka terus dilakukan swab dan ternyata positif. Itu warga Sleman yang nyantri di ponpes luar DIJ,” jelasnya, dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (1/9).

Persyaratan swab, lanjutnya, berlaku wajib. Syarat ini ditetapkan ponpes asal sang santri untuk mengantisipasi penularan di lingkungan pendidikan tersebut.

Upaya tracing masih berlangsung untuk kasus ini. Pelacakan awal menyasar kontak erat santri. Khususnya lingkup lingkungan rumah. Sementara waktu, santri telah menjalani rawat inap isolasi.

“Sepertinya baru hari ini dilakukan tracing.  Santri tersebut mau kembali ke ponpes diluar DIJ dan diharuskan swab dan ternyata hasilnya positif. Jadi harus isolasi dulu,” katanya.

Pasien usia anak tak hanya santri tersebut. Ada pula pasien kasus 1443. Dalam catatan Satgas Covid-19 DIJ, pasien ini adalah bayi laki-laki berusia 0 bulan. Faktanya bayi tersebut telah berusia empat bulan.

“Pasien ini sebenarnya berusia 4 bulan. Tertular dari ibunya yang sudah positif. Ibunya tercatat sebagai pasien kasus 1305 yang diumumkan 27 Agustus lalu,” ujarnya.

Data terbaru Satgas Covid-19 DIJ terjadi penambahan 20 kasus baru. Detilnya masing-masing 8 kasus di Kabupaten Bantul dan Sleman. Ada pula 4 kasus di Kabupaten Kulonprogo. Akumulasi kasus terbaru mencapai 1445 kasus. Tercatat kasus 1432 hingga kasus 1450.

Total kasus hari berasal dari beberapa kontak riwayat. Satu kasus hasil screening pendidikan. Hasil tracing kontak kasus sebanyak 13 kasus. Satu kasus hasil kontak dengan orang dari Jakarta. Adapula 5 kasus masih dalam proses penelusuran.

“Kalau kasus sembuh hari ini ada 10 pasien. Akumulasi pasien sembuh mencapai 1036 kasus. Jumlah sampel diperiksa sebanyak 462 spesimen milik 385 orang,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 DIJ Berty Murtningsih. (dwi/tif)

Sleman