RADAR JOGJA – Sebagai langkan promotif dan preventif untuk cegah penularan Covid-19 di lingkungan kerja, Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar rapid diagnostic test (RDT) kepada lebih dari 500 pegawai. Tes dilakukan di lingkungan Kantor Pusat UGM mulai dari 31 Agustus hingga 4 September mendatang.

Pegawai bagian SDM UGM, Argarina yang turut mengikuti RDT mengaku sempat merasa cemas. Hal ini karena tes yang dilakukan terkait Covid-19 adalah pengalaman pertama baginya. “Sempat deg-degan juga tadi. Semoga tidak reaktif,” harap Argarina.

Sekretaris Satgas Covid-19 UGM Fitriana menjelaskan, RDT dilakukan untuk skrining awal Covid-19. Sebagai bentuk dukungan pelayanan kesehatan bagi pegawai selama pandemi. Jika nantinya terdapat hasil rapid test reaktif, lanjutnya, maka pegawai yang bersangkutan akan langsung ditindaklanjuti dengan uji lanjutan berupa tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

Sementara menunggu hasil swab test, pegawai dengan hasil RDT reaktif diminta melakukan karantina mandiri. Hasil tes reaktif, akan diumumkan secara internal ke unit masing-masing. “Jika ada hasil reaktif akan kami rujuk ke RSA UGM untuk dilakukan tes swab,” jelas Fitriana di  Selasar Lantai 1 Sayap Selatan Gedung Pusat UGM, Senin (31/8).

Fitriana menambahkan, RDT dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan. Dengan menerapkan jaga jarak aman, memastikan penggunaan masker, pengecekan suhu tubuh, serta menjaga kebersihan dengan menyediakan handsanitizer dan wastafel untuk cuci tangan.

ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA

Sekretaris Rektor UGM, Gugup Kismono menuturkan, untuk menghindari munculnya klaster perkantoran, pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya. Seperti pengukuran suhu tubuh sebelum masuk kantor, pengaturan jumlah pegawai, pengaturan jaga jarak, dan penyediaan hand sanitizer di setiap ruangan. Serta penyediaan wastafel di sejumlah titik, membagikan alat pelindung diri (APD) bagi pegawai berupa masker dan face shield, serta penyemprotan disinfektan secara rutin.

Dengan upaya tersebut, diharapkan seluruh pegawai bisa bekerja sama menanggulangi Covid-19. Dengan selalu menjaga kesehatan dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Dengan begitu, diharapkan bisa mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan kerja,” jelas Gugup. (eno/pra)

Sleman