RADAR JOGJA – Jelang pendaftaran Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Sleman pada Pilkada 2020 ini semakin menggeliat.

Beberapa partai dan koalisinya satu persatu telah mengumumkan calon yang direkomendasikan.

Tak terlewat, semangat menggelora masih tampak pada sosok Reno Candra Sangaji untuk ikut dalam kontestasi Pilkada yang digelar 9 Desember mendatang.

“Bila rakyat menghendaki, insyaallah bismillah siap mengabdi di manapun jabatan politik itu,” katanya ditemui usai jumpa pers yang diadakan di Cafe Sembodo, Puren, Condongcatur Sabtu malam (29/8).

Dalam acara tersebut Reno mengungkapkan sikap politiknya. Hingga saat ini sebagai pribadi, dirinya masih on fire sampai tanggal 6 September nanti, pukul 00.00 WIB, atau sampai batas akhir pendaftaran.

“Menanggapi hasil survei yang dilakukan tim beberapa waktu lalu hasil survei disampaikan ada tren naik sebagai sosok yang baru di Sleman,” ucapnya.

Pria yang masih menjabat sebagai Kepala Desa Condongcatur ini optimistis nantinya hal yang ditunggu-tunggu pasangan calon untuk mendaftar ke KPU adalah turunnya Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai.

“Kita semua seluruh masyarakat pasti menginginkan sebuah perubahan di Sleman. Politik itu dinamis dan harus memilih, nanti pasti ada kejutannya sehingga apa yang kami sampaikan semoga bermanfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya.

Senada dengan apa yang diungkapkan Reno, Ketua Tim Sukses Kuwat mengatakan pihaknya akan terus berupaya untuk mendapatkan kendaraan.

“Ini belum final. Kita masih punya keyakinan, semuanya masih bisa berubah,” katanya.

Kuat menambahkan, dirinya bersama tim tetap pada posisi optimistis. Tapi misalkan harus memilih, pihaknya akan memilih yang terbaik bagi rakyat Sleman.

Sementara itu, Ketua Tim Peneliti Rahardiyono, mengatakan sebanyak 53 relawan dari Tim Sembodo 2020 melakukan survei terkait elektabilitas Reno Candra Sangaji maju Pilkada Kabupaten Sleman 2020 nanti.

Ahli Statistik ini menjelaskan survei dengan 1325 kuesioner ini dilakukan di 1212 Padukuhan yang tersebar di 86 Desa dan 17 Kecamatan di Kabupaten Sleman. Survei dilakukan dari tanggal 21 hingga 27 Agustus 2020.

“Elektabilitas Reno naik dilihat dari prosentase paling tinggi ada di medsos dan baliho. Sebanyak 23 persen menjawab dari medsos dan 35 persen dari baliho. Sisanya, mengenal dari saudara, surat kabar, organisasi, media elektronik, dan teman,” ujarnya. (naf/ila)

Sleman