RADAR JOGJA – Guna meningkatkan partisipasi dan peran aktif relawan anti narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman menyelenggarakan seminar dan pelatihan ‘Asistensi Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba’. Bertempat di salah satu restoran kawasan Jalan Magelang, Sendangadi, Mlati, Sleman kegiatan ini digelar selama dua hari Selasa (25/8) dan Rabu (26/8).

Penyuluh Narkoba BNNK Sleman Sugani Jiyantoro menjelaskan, kegiatan ini merupakan program untuk mendukung P4GN (pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba) untuk mencapai #hidup100persen. Sehingga dari kegiatan ini terbentuk relawan anti narkoba yang konsisten melakukan aksi nyata mendukung program P4GN.

“Karena asistensi merupakan sub dari advokasi yang memiliki fungsi untuk pembentukan relawan. yang nantinya,” kata Jiyan.

Pelatihan diikuti 15 peserta yang merupakan perwakilan dari 12 Desa di Kabupaten Sleman dan tiga orang mewakili Desa Wisata di Sleman. Beberapa desa wisata terlibat langsung dalam kegiatan ini. Sebab adanya wisatawan yang berasal dari berbagai daerah rawan menjadi pintu strategis dalam aksi peredaran narkoba.

Lebih lanjut, Jiyan mengungkapkan, gerakan anti narkoba saat ini lebih difokuskan ke media sosial. Karena media sosial merupakan media yang sangat murah dan mudah diakses.

“Saking mudahnya semua bisa mengakses. Untuk itu modus baru peredaran narkoba melalui ajakan di media sosial seperti Facebook, Twitter, bahkan di Website harus terus diwaspadai,” ujarnya.

Pihaknya berharap masing-masing desa mempunyai website yang khusus mendukung program Gerakan pencegahan anti narkoba.

Selain dari pembentukan relawan juga diharapkan agar nantinya kelurahan melakukan pembentukan anggaran belanja fisik maupun non fisik mendukung program Gerakan anti narkoba.

“Setidaknya kedepan akan ada regulasi atau aturan dari masing-masing desa yang ada di 86 Desa di Kabupaten Sleman,” ungkapnya.

Terkait daerah dengan zona merah, kasus penggunaan dan penyalahgunaan narkoba, BNNK Kabupaten Sleman menyebut Desa di Kecamatan Depok masih dianggap rawan.

“Jumlah kos-kosan atau pendatang di Kecamatan tersebut sangat banyak se-Sleman sehingga diperlukan kerja sama yang kuat dengan warga sekitar di wilayah Sleman,” tambahnya.

Turut hadir sebagai salah satu pembicara Kepala Desa Condongcatur Reno Candra Sangaji. Pada kesempatan ini, peraih penghargaan P4GN dari BNNP ini menyampaikan upaya desa dalam membangun komitmen mewujudkan desa bersinar. (om1/tif)

Sleman