RADAR JOGJA – Dinamika sebaran kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Sleman terus berubah. Berdasarkan Peta Epidemiologi terbaru ada dua kecamatan berstatus zona merah. Tepatnya Kecamatan Depok dan Gamping. Kedua wilayah ini masuk dalam kategori risiko penularan tinggi.

Perubahan ini juga berdampak pada munculnya zona hijau yaitu Kecamatan Seyegan. Untuk zona oranye diantaranya Kecamatan Godean, Mlati, Sleman, Ngaglik dan Kecamatan Tempel. Sementara sembilan kecamatan lainnya masuk dalam zona kuning.

“Peta epidemiologis Covid-19 tingkat kecamatan dilakukan dengan skoring. Skor 5 atau lebih masuk kategori merah atau risiko penularan tinggi. Contohnya kecamatan Depok dan Gamping,” jelas Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (26/8).

Munculnya zona hijau berdasarkan dinamika kasus yang melandai di Kecamatan Seyegan. Pihaknya juga terus memantau perkembangan zona merah. Penyebab risiko penularan tinggi adalah banyaknya pendatang atau pelaku perjalanan. Disusul terjadi kontak di lingkungan interaksi.

“Screening massal terhadap sasaran potensial juga berdampak pada meningkatnya kasusnya. Dengan pemetaan justru semakin terlihat kondisi persebaran kasusnya,” katanya.

Hingga saat ini setidaknya ada 477 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sleman. Dari jumlah tersebut 328 di antaranya sembuh. Ada pula catatan 11 pasien meninggal dunia. Sebanyak 138 pasien masih menjalani rawat inap isolasi.

Berdasarkan data ini, Kecamatan Depok memegang rekor tinggi. Akumulasi kasus di wilayah ini mencapai 98 kasus. Lalu peringkat kedua diduduki Kecamatan Gamping dengan 62 kasus. Inilah yang menjadikan kedua kecamatan masuk kategori zona merah.

Terkait jumlah tempat tidur, Joko memastikan aman. Kapasitas ruang isolasi di rumah sakit rujukan mencapai 117 tempat tidur. Jumlah ini masih ditambah kapasitas tempat tidur di Asrama Haji Sleman sebanyak 132 tempat tidur.

“Hingga kemarin sore (25/8) yang dirawat di rumah sakit masih 62 pasien. Data ini tak semuanya dirawat di Sleman, ada yang dirawat di rumah sakit di luar Sleman,” ujarnya. (dwi/tif)

Sleman