RADAR JOGJA – Jajaran Satuan Narkoba Polres Sleman mengamankan satu paket narkotika jenis sabu-sabu dengan berat 526 gram. Barang haram tersebut didapat dari seorang kurir berinisial,RM, 40, yang keseharian merupakan seorang ibu rumah tangga.

Kasat Narkoba Polres Sleman, AKP Andhyka Dony menjelaskan, tersangka dibekuk di Dusun Karang Nongko, Boyolali, Senin (17/8). Saat digeledah, ditemukan barang bukti berupa sabu yang dibungkus dengan kemasan teh hijau merek Guanyinwang. ”Untuk mengelabui,” kata Andhyka saat rilis ungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan narkoba di Mapolres Sleman.

Tertangkapnya RM, berdasarkan pengembangan dari kasus satu bulan sebelumnya. Yakni pemakai sabu berinisial JR yang ditangkap di wilayah Jogjakarta. Dari kasus tersebut, didapatkan informasi terkait peredaran sabu dari Jakarta ke wilayah DIJ. “Di Boyolali hanya transit, dan akan diedarkan ke wilayah Jogja,” tambahnya.

RM yang hanya sebagai kurir, tambah Andhyka, bertemu dengan pengedar di wilayah Jakarta. Yang kemudian menggunakan kendaraan darat menuju Jogjakarta. RM mengetahui bisnis haram tersebut dari jaringan rekanan suaminya yang terlebih dahulu ditangkap jajaran kepolisian lantaran kasus serupa. Saat ini, suami RM masih dalam masa tahanan di Nusa Kambangan. “Lantaran terhimpit ekonomi, RM dikenalkan oleh rekan suaminya untuk menjadi kurir,” jelas Andhyka.

Dalam menjalankan aksinya, RM memanfaatkan media sosial untuk mencari pelanggan. Untuk selanjutnya, penjualan dipecah untuk setiap paket. Tersangka, akan dikenakan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2), dan pasal 127 ayat (1)a Undang-undang Narkotika dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun.

Sementara itu, RM mengaku menjadi kurir lantaran himpitan ekonomi. Meskipun demikian, RM mengaku, menjadi kurir adalah inisiatifnya sendiri. Tidak ada paksaan atau anjuran dari suaminya. RM juga sempat mengelak disebut telah mengedarkan sabu selama satu tahun terakhir. “Baru satu kali ini,” kilahnya. (eno/bah)

Sleman