RADAR JOGJA – Satu lagi tenaga kesehatan dilaporkan terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Dia diketahui bertugas di klinik Gama Medical Center (GMC) Universitas Gadjah Mada (UGM). Imbasnya sebanyak 20 karyawan GMC turut menjalani uji swab Polymerase Chain Reaction (PCR).

Ketua Satgas Covid-19 UGM Rustamadji membenarkan adanya informasi tersebut. Hanya saja pihaknya belum mengetahui detil data pasien.

“Saya belum menerima informasi tersebut secara resmi. Tapi iya satu nakes positif,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (25/8).

Data sementara, nakes ini tergolong pasien asimptomatik atau tanpa gejala. Terkait riwayat kontak masih dalam pelacakan, baik riwayat perjalanan maupun kontak riwayat interaksi.

Selain swab PCR, jajarannya juga melakukan dekontaminasi. Seluruh sudut ruang GMC dilakukan penyemprotan disinfeksi. Sementara untuk swab pemetaan belum diketahui hasilnya.

“Hasil (swab) belum keluar. Kami lakukan pelacakan dan diketahui ada 20 karyawan yang sempat kontak erat dengan pasien,” katanya.

Terlacaknya pasien terkonfirmasi positif Covid-19 berawal dari uji swab mandiri. Hasil positif berlanjut dengan pemataan kontak erat. Khususnya lingkup kerja hingga lingkungan rumah. Pasca positif, nakes telah menjalani isolasi mandiri. Imbauan ini sesuai acuan Pedoman Kemenkes Revisi V. Berupa isolasi mandiri bagi pasien positif asimtomatik.

“Infonya pasien ini tidak ada sakit. Sehingga saya sarankan di rumah sesuai pedoman Menkes. Isolasi mandiri di rumah asal persyaratan rumahnya memenuhi syarat. Kalau ada gejala nanti ke rumah sakit,” ujarnya.

Optimalisasi disinfektan juga berujung pada penutupan GMC. Layanan medis ini tak beroperasi selama sehari atau hari ini (25/8). Apabila belum rampung maka dilanjutkan esok harinya.

Munculnya kasus terkonfirmasi positif merupakan kali kedua. Awalnya sempat muncul kasus serupa di pertengahan Juli. Hanya saja pasien tersebut telah sembuh pasca menjalani rawat inap isolasi.

“Sebelumnya bulan Juli tetapi itu karena beliau kontak erat dari pasien sepertinya. Hasil tracing nyambi di rumah sakit lain,” katanya. (dwi/tif)

Sleman