RADAR JOGJA – Kabupaten Sleman mengalami lonjakan kasus terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Berdasarkan data Satgas Covid-19 Sleman muncul 21 kasus baru. Jumlah ini mendominasi lonjakan kasus di DIJ. Tercatat ada 31 kasus baru di seluruh wilayah DIJ.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menuturkan mayoritas kasus adalah pelaku perjalanan. Kemudian terjadi kontak erat dengan keluarga dan lingkungan. Hingga akhirnya muncul generasi 2 dari setiap kontak erat kasus.

“Hari ini Sleman tambah 21 kasus baru, masih dalam penelusuran. Kalau secara umum, mayoritas kasus adalah pelaku perjalanan. Lalu terjadi kontak erat dengan keluarga,” jelasnya, Rabu (19/8).

Dalam catatan ini juga terdapat hasil screening masyarakat oleh Dinkes Sleman dan FKMK UGM dengan RI-GHA Covid-19. Alat uji rapid tes ini merupakan karya anak bangsa.

Dari hasil tersebut muncul hasil reaktif. Berlanjut dengan uji swab PCR dan hasilnya 8 positif Covid-19. Sasaran dari screening kasus ini adalah warga Kecamatan Mlati.

“Screening masyarakat itu wujud kerjasama kami (Dinkes Sleman) dan UGM Jogjakarta yang memanfaatkan RI-GHA Covid-19,” katanya.

Lonjakan kasus ini turut berdampak pada zonasi di kabupaten Sleman. Dari total 17 kecamatan, tiga diantaranya berstatus zona merah. Di antaranya Kecamatan Depok, Kecamatan Gamping dan Kecamatan Sleman. Ketiga wilayah ini memilih resiko penularan tinggi.

Enam kecamatan terdata sebagai zona orange. Tepatnya Kecamatan Godean, Minggir, Tempel, Mlati, Turi dan Kecamatan Pakem. Zona ini memiliki resiko penularan sedang. Sementara sisanya 8 kecamatan masuk zona kuning.

“Nah di tiga wilayah zona merah ini didominasi oleh pelaku perjalanan. Mungkin hanya nengok atau datang ke Jogja dalam rangka apa lalu positif. Menulari keluarga atau kontak eratnya,” ujarnya.

Berdasarkan data umum DIJ mengalami lonjakan 31 kasus baru. Akumulasi kasus positif Covid-19 hingga saat ini mencapai 1090 kasus. Tercatat sebagai kasus 1065 hingga kasus 1095.

Dari data ini distribusi terjadi hampir di seluruh wilayah DIJ. Sebanyak 21 kasus tercatat di Kabupaten Sleman, lalu 5 kasus di Kabupaten Bantul. Menyusul kemudian Kota Jogja dengan 3 kasus dan 2 kasus di Kabupaten Gunungkidul.

Detil distribusi kasus berdasarkan riwayat terdapat 6 catatan. Riwayat pertama adalah 6 kasus hasil screening karyawan kesehatan. Delapan kasus hasil screening masyarakat. Lima kasus hasil tracing kasus dan 2 kasus pelaku perjalanan.

“Kami juga melacak ada 2 kasus kontak dengan teman dari Jawa Timur. Sementara untuk kasus dalam penelusuran ada delapan kasus,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Pemprov DIJ Berty Murtiningsih.

Satgas Covid-19 DIJ juga melaporkan adanya 18 pasien sembuh. Sehingga akumulasi pasien sembuh hingga saat ini mencapai 713 kasus. Detilnya lima pasien berasal dari Kota Jogja. Ada pula 13 pasien dari Kabupaten Bantul.

“Kalau untuk pemeriksaan sampel hari ini ada 462 spesimen milik 427 orang,” ujarnya. (dwi/tif)

Sleman