RADAR JOGJA – Sugiyanto, pria berusia 46 tahun ini adalah pecinta kucing. Tak hanya itu, warga yang kesehariannya hidup di jalan ini benar-benar merawat kucing-kucing yang ditemuinya. Terutama kucing terluka atau sakit.

Dia bahkan memutuskan untuk hidup nomaden demi “ngurusi” kucing-kucing liar. Pilihan untuk tak menetap tentu atas pertimbangan matang. Sugiyanto yang lebih akrab dipanggil Yulianto ini, awalnya memang sempat mengontrak rumah di kawasan Ngemplak, Sleman. Sayangnya beberapa tetangganya merasa keberatan dengan aksi sosial yang dia lakukan.

Kini dia memilih emperan toko tak terpakai hingga perkebunan untuk berteduh. Menurutnya, lokasi-lokasi ini jauh lebih aman. Terutama komplain dari warga. Walau begitu dia tak mempermasalhkan cibiran dari orang-orang.

“Pasti ada cibiran dan dipandang aneh. Tak hanya warga kadang juga sesama pecinta kucing. Tapi ini sudah pilihan hidup saya,” ujarnya.

Di satu sisi banyak pecinta kucing yang menaruh hormat kepada Yulianto. Terbukti banyaknya permintaan evakuasi kucing jalanan. Warga kerap menghubungi sosial media Facebook miliknya. Ada pula yang menghubungi langsung melalui aplikasi WhatsApp.

Gerobak miliknya juga berhiaskan kalimat mutiara. Salah satunya adalah Ya Allah Berikanlah Rejeki Kepada Pemulung Ini Agar Bisa Merawat Kucing di Jalanan yang Terlantar Sakit, Amin. Ada pula tulisan Jangan Lupa Bahagia di sisi kanan gerobaknya.

BACA Peduli Kucing Jalanan, Sugiyanto Pilih Hidup Nomaden

“Selama tak bisa nampung saya obati di tempat. Sering lewat lokasi itu lalu diobati sampai sembuh. Naluri binatang kalau sering kasih makan pasti kembali dan menunggu di tempat yang sama,” katanya. (dwi/ila)

Sleman