RADAR JOGJA – Meski di tengah Pandemi Covid-19, semangat menyemarakkan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI tetap bergelora ditengah warga Padukuhan Gamping Lor, Ambarketawang, Gamping. Sejumlah warga terlihat khidmat mengikuti upacara pengibaran bendera merah putih Senin pagi (17/8).

Seluruh warga mengenakan pakaian tradisional dan batik. Selain itu, berjajar paling depan berbaris rapi dengan jarak 1,5 meter
Paguyuban Karawitan Puspa Nayaga dan Bregada Wirotani.

Ketua panitia Remon Deago mengungkapkan, upacara bendera baru pertama kali diadakan di Padukuhan Gamping Lor. Karena adanya Pandemi Covid-19 acara dibuat sederhana. Panitia meringkas menjadi satu kegiatan.

“Sebelumnya, perayaan HUT kemerdekaan di Gamping Lor meriah. Biasa diisi dengan berbagai kegiatan dan lomba-lomba,” ujar Remon ditemui usai acara.

Remon mengatakan upacara bendera kali ini mengusung konsep budaya. Oleh karena itu, sebelum dikibarkan bendera merah putih diarak dengan iring-iringan Bregada Wirotani. “Warga sangat antusias, peserta tercatat seluruhnya ada 250 orang,” ungkapnya.

Dukuh Gamping Lor Zairin Noor yang saat itu menjadi pembina upacara mengaku terkesan dengan kegiatan yang diselenggarakan muda-mudi Gamping Lor.

Zairin berharap, dengan adanya upacara peringatan HUT RI ini dapat mempererat tali silaturahmi antar warga, membangkitkan semangat nasionalisme, gotong-royong, dan kekeluargaan.

“Tentunya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Dimulai dari hal yang kecil saja, dari keluarga selanjutnya RT lalu RW,” katanya.

Salah satu warga Gamping Lor Hadi Soesanto mengatakan acara dikemas kreatif. Teknis pelaksanaannya sangat baik dan kompak. Hal itu, dikatakan Hasoe dilihat dari sisi pengambilan dokumentasinya.

“Ini membuktikan kita masih punya rasa persaudaraan. Hari ini kita melupaakan rasa egois di masyarakat, ras, kepentingan dan lain-lainnya. Semoga semakin baik. Merdeka,” kata seniman serba bisa yang akrab disapa Hasoe itu. (naf/ila)

Sleman