RADAR JOGJA – Pemuda BKSGK (Badan Kerjasama Gereja-Gereja Kristen) se-Kabupaten Sleman menggelar serangkaian kegiatan bakti sosial Sabtu (15/8). Hal ini, dilaksanakan sekaligus sebagai acara BKSGK memperingati HUT Ke-75 Republik Indonesia.

Kegiatan bertajuk Generasi Milenial Peduli Lingkungan ini diwujudkan dalam bentuk bersih-bersih lingkungan di ruas Selokan Mataram dan tebar benih ikan Nila dan Patin.

Bersih-bersih selokan sendiri dilaksanakan sepanjang 2 Kilometer dari depan Balai RW Pringgolayan, Padukuhan Dabag, Condongcatur hingga Babarsari, Caturtunggal, Depok .

Ketua Panitia Waterman saat ditemui mengungkapkan, tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk membangkitkan kembali semangat peduli terhadap lingkungan dan ekosistem di sepanjang Selokan Mataram.

Waterman menilai, sejauh ini tingkat kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di selokan masih sangat kurang.

“Kami yakin, bila kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan maka salah satu manfaat yang diperoleh nantinya adalah kembalinya fungsi ekologi di sepanjang ruas Selokan Mataram,” katanya.

Untuk itu, BKSGK mengajak bersama ditengah wabah pandemi Covid-19 ini, agar tidak membuang sampah sembarangan, menerapkan pola hidup sehat, dan berdamai dengan lingkungan.

“Sehingga tercipta desa-desa tangguh masa depan di wilayah Sleman ini,” katanya.

Kepala Desa Condongcatur Reno Candra Sangaji mengaku senang dan mendukung penuh adanya kegiatan ini. Reno mewakili Pemerintah Desa Condongcatur mengatakan, perilaku masyarakat yang sering membuang sampah sembarangan terutama di sungai perlu diubah.

Namun demikian, untuk mengubah kebiasaan tersebut tidaklah mudah. Masyarakat harus diberi contoh. “Perlu diingat, bahwa membersihkan selokan ini merupakan salah satu cara menghargai lingkungan,” katanya usai menebar benih ikan.

Menjaga kebersihan selokan ini juga harus kontinu. Supaya ada pemanfaatan lain selain untuk irigasi. Dia menambahkan. jika dikembangkan bisa menjadi potensi wisata salah satunya.

“Atau untuk budidaya ikan kedepanya. Tapi dengan catatan harus bersih tidak ada sampah,” tutur pria yang santer digadang-gadang masuk bursa pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sleman ini.

Sementara itu, Bupati Sleman Sri Purnomo dalam sambutannya menyambut baik kegiatan yang dilakukakan BKSGK. Hal ini dikatakan SP sebagai budaya yang baik sehingga bisa diikuti komunitas-komunitas lain.

“Jadi kesadaran kolektif itu menjadi penting. ketika kesadaran tersebut terbentuk masyarakat sedikit demi sedikit akan mulai berfikir untuk tidak membuang sampah sembarangan,” kata SP. (naf/ila)

Sleman