RADAR JOGJA – Ketua KPU Pusat Arief Budiman mendorong aparat penegak hukum bertindak cepat atas insiden pembunuhan staf KPU Yahukimo Papua Henry Jovinski. Diketahui bahwa Henry menjadi korban pembunuhan di distrik Dekai, Selasa (11/8). ASN asal Sidokarto, Godean, Sleman ini dibunuh saat melakukan coklit data pemilu.

Menurutnya peristiwa ini adalah luka besar bagi sejarah demokrasi. Terlebih saat itu almarhum Henry tengah menjalankan tugasnya. Hingga kini tidak diketahui secara pasti motif pembunuhan.

“Harap polisi mengusut tuntas dalam waktu yang tidak terlalu lama. Penting bagi semua pihak apa motif dibalik semua ini. Infonya sudah tertangkap satu, tapi pelakunya lebih dari satu,” tegasnya ditemui di kediaman almarhum Henry Jovinski di Sidokarto, Godean, Sleman, Kamis (13/8).

Dalam kesempatan ini dia juga meminta aparat penegak hukum memberi rasa aman kepada seluruh penyelenggara pemilu. Dia menyadari potensi gesekan sangatlah tinggi. Terutama di beberapa wilayah yang tergolong rawan. Terlebih di penghujung Desember, kontestasi politik tingkat daerah berlangsung serentak.

“Perlindungan terhadap petugas lapangan di daerah rawan, akan koordinasi demgan aparat keamanan di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten. Untuk kasus ini sudah saya terima informasi salah satu orang terindikasi pelaku, infonya sudah ditangkap,” katanya.

KPU meminta jajarannya agar tetap menjalankan tugasnya. Sesuai dengan ketentuan aturan hukum yang berlaku. Tentunya beradaptasi dengan keadaan sekitar. Khususnya bagi wilayah penyelenggara pemilu yang tergolong rawan.
Dia juga berharap apabila ada keberatan disampaikan sesuai tata cara perundangan pemilu yang ada. Khususnya jika muncul sengketa maupun keberatan atas penyelenggaraan pemilu.

“Kalau ada yang harus diselesaikan harus dengan cara perundangan yang ada. Peristiwa ini tentu tidak diharapkan semua pihak, saya berharap tidak ada lagi peristiwa seperti ini kepada penyelenggara pemilu,” ujarnya.

Arief juga meminta jajarannya menghayati semangat Henry. Tak memilih lokasi untuk mengabdi dan memiliki visi misi untuk memajukan sistem pemilu di setiap daerah. Cita-cita inilah yang wajib diteruskan oleh para penyelenggara pemilu.

“Dia ingin pemilu jadi lebih baik sebagaimana pemilu yang dia lihat dan pelajari. Dia ingin masyarakat Papua membuat kehidupan demokrasi jadi lebih baik,” katanya. (dwi/tif)

Sleman