RADAR JOGJA – Kabar duka menyelimuti keluarga almarhum Henry Jovinski di kediamannya di Sidokarto, Godean, Sleman. Aparatur Sipil Negara (ASN) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Yahukimo Papua ini tewas dibunuh orang tak dikenal (OTK), Selasa (11/8). Dia dibunuh saat sedang melaksanakan tugas coklit di distrik Dekai.

Ayah almarhum, Sugeng Kusharyanto, tak bisa menyembunyikan raut muka sedihnya. Walau begitu, pria berusia 54 tahun ini tetap terlihat tabah atas wafatnya sang anak. Baginya peristiwa tersebut adalah bentuk kejahatan yang tak bisa ditolerir.

“Terakhir hari Sabtu (8/8) masih menghubungi mamanya kalau ada tugas di Yahukimo. Kebetulan ada sosialisasi Pilkada di sana dan Henry berangkat dengan pimpinannya di Yahukimo,” jelasnya ditemui di kediamannya, Rabu (12/8).

Sugeng menjelaskan putranya baru menjadi ASN pada 2019. Tepatnya setelah penyelenggaraan Pemilu tahun lalu. Kala itu almarhum Henry memang mendaftar ASN di Yahukimo. Hanya saja penugasan awal kerap di KPUD Provinsi Papua.

Pamitnya Henry menjadi percakapan terakhir. Anaknya sempat memberitahu adanya perpindahan tugas. Henry mengabarkan akan bertugas di Yahukimo. Ini karena wilayah tersebut akan menggelar Pilkada.  

“Saya dengar kabar itu (Henry meninggal) Selasa sore. Keterangannya kejadian setengah 2 waktu setempat. Dikabari KPUD Purwokerto bahwa Henry bermasalah di sana. Saya pikir kejadian di pesawat pas mau balik ke Papua, ternyata bukan,” kisahnya.

Hingga saat ini Sugeng tak mengetahui secara pasti ihwal meninggalnya sang anak. Ini karena selama bertugas, Henry tak menceritakan adanya masalah. Justru kerap bercerita tentang keindahan alam di Bumi Cenderawasih itu.

Semasa hidupnya Henry dikenal sebagai sosok yang periang dan ceria. Sarjana IT ini merupakan pemuda dengan idealisme tinggi. Saat pendaftaran CPNS, Henry memutuskan mendaftar ke Papua.

“Dia percaya bahwa tenaganya sebagai sarjana IT dibutuhkan di tanah Papua. Apalagi basicnya memang di bidang IT dan dia meyakini dapat membantu permasalahan di sana,” katanya.

Semasa hidupnya, Henry dibesarkan di Purwokerto. Sementara keluarga besar mayoritas berada di Sleman. Ini pula yang menjadi petimbangan lokasi pemakaman. Jenazah almarhum akan dimakamkan Kamis pagi (13/8).

“Dari Papua mungkin sampai jam 6 di Cengkareng dan ke Jogja mungkin sampai besok dini hari (13/8). Rencana dimakamkan jam 09.00 WIB. Walaupun menetap di Purwokerto tapi mamanya ingin Henry dimakamkan di sini,” ujarnya.(dwi/tif)

Sleman